Pertumbuhan dan Hasil Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) pada Hidroponik Wick dengan AB-Mix dan POC Air Cucian Beras
DOI:
https://doi.org/10.29303/8zz84j13Keywords:
nutrisi tanaman, sayuran daun, klorofil, budidaya terbatasAbstract
Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) merupakan sayuran bergizi tinggi dengan permintaan pasar yang meningkat, tetapi produksi nasionalnya menurun. Sistem hidroponik sumbu (wick system) dengan kombinasi nutrisi AB-Mix dan pupuk organik cair (POC) air cucian beras berpotensi menjadi alternatif budidaya yang efisien pada lahan terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh konsentrasi AB-Mix, dosis POC, serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil bayam merah. Percobaan dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, pada Desember 2025–Februari 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi AB-Mix (600, 800, dan 1.000 ppm), sedangkan faktor kedua adalah dosis POC (10, 20, dan 30 mL/L). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi AB-Mix berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar, bobot kering, dan kandungan klorofil, dengan hasil terbaik pada 1.000 ppm (tinggi tanaman 40,40 cm; bobot segar 19,77 g; kandungan klorofil 8,82 CCI). Pemberian POC secara tunggal hanya berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada 28 HST, dengan hasil terbaik pada dosis 30 mL/L. Interaksi nyata teramati pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot akar segar, dengan kombinasi terbaik AB-Mix 1.000 ppm + POC 30 mL/L. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nutrisi anorganik dan organik dapat meningkatkan efisiensi budidaya bayam merah pada sistem hidroponik sumbu. Kombinasi AB-Mix 1.000 ppm dengan POC 30 mL/L direkomendasikan sebagai acuan praktis untuk budidaya rumah tangga maupun komersial.








