Indeks Kompetisi Gulma Teki (Cyperus rotundus L.) dan Kehilangan Hasil Bawang Merah di Lahan Kering
DOI:
https://doi.org/10.29303/b2adnp69Keywords:
aditif, gulma penting, hasil nyata, kerapatan populasi, komoditiAbstract
Penelitian eksperimental dengan model percobaan aditif bertujuan untuk mengetahui pengaruh kerapatan populasi teki terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah, indeks kompetisi dan kehilangan hasil bawang merah akibat kompetisi teki. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 7 perlakuan tanaman bawang merah mengalami saingan gulma teki dengan kerapatan 0, 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan populasi teki berpengaruh signifikan terhadap Relative Growth Rate tinggi tanaman⁻¹, jumlah daun, jumlah anakan, bobot biomassa kering dan bobot umbi konsumsi bawang merah. Bawang merah mengalami tekanan pertumbuhan dan hasil secara signifikan setelah mendapat saingan teki dengan kerapatan populasi 2-3 rumpun tanaman⁻¹, sehingga pertumbuhan dan hasil bawang merah tidak bisa diselamatkan setelah mendapat saingan teki 4 - 6 rumpun tanaman⁻¹. Indeks kompetisi teki terhadap bawang merah umur 28, 56 dan 84 HST sebesar 0,1779, 0,1945 dan 0,2055. Akibatnya, kehilangan hasil bawang merah mencapai 28,00%, 45,00% dan 58,00%. Hasilini relevan dengan prediksi kehilangan hasil bawang merah yang dihitung dengan parameter dominansi terbobot, yaitu 27,857%, 45,045% dan 58,126%. Populasi teki yang dapat ditolerir kehadirannya pada tanaman bawang merah 1 rumpun tanaman⁻¹. Keberadaan gulma teki pada tanaman bawang merah harus segera disiangi jika jumlah populasinya telah mencapai 2 rumpun tanaman⁻¹.








