Strategi Pengembangan Ekowisata dan Dampaknya terhadap Ekonomi Lokal: Studi Kasus Pantai Tapandullu, Desa Wisata Malawwa, Kabupaten Mamuju
DOI:
https://doi.org/10.29303/ckdw2264Keywords:
keberlanjutan, usaha mikro, partisipasi masyarakat, potensi sumber dayaAbstract
Pantai Tapandullu di Desa Wisata Malawwa, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menyimpan potensi alam pesisir yang besar namun belum dikelola secara optimal sehingga manfaat ekonominya bagi masyarakat lokal belum maksimal. Berbeda dari kebanyakan studi ekowisata di Sulawesi Barat yang umumnya hanya menganalisis kelayakan atau strategi pengembangan destinasi secara terpisah, penelitian ini menawarkan keterbaruan dengan mengintegrasikan analisis strategi pengembangan (SWOT/IFAS-EFAS) dan analisis dampak ekonomi berbasis persepsi tiga kelompok stakeholder (masyarakat lokal, pelaku UMKM, dan wisatawan) secara bersamaan dalam satu kajian, sehingga strategi yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada aspek pengelolaan destinasi, tetapi juga berpijak pada bukti empiris dampaknya terhadap ekonomi warga desa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Rencana awal melibatkan 50 responden purposive sampling (pengelola, UMKM, masyarakat lokal, Pokdarwis, wisatawan), namun pada pelaksanaannya komposisi berubah: unsur pengelola bergabung dengan kelompok UMKM dan data Pokdarwis tidak diperoleh, sehingga total responden menjadi 45 orang (UMKM, masyarakat lokal, dan wisatawan). Hasil analisis SWOT menempatkan strategi pengembangan pada kuadran W-O, yang berorientasi memperbaiki kelemahan internal—fasilitas, promosi, dan kelembagaan pengelola untuk memanfaatkan peluang eksternal. Hasil analisis dampak ekonomi menunjukkan keberadaan ekowisata berdampak positif, dengan skor tertinggi pada kelompok UMKM, diikuti wisatawan dan masyarakat lokal, meski pemerataan manfaat ekonomi bagi seluruh warga desa masih menjadi catatan penting. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan fasilitas dasar, penguatan promosi digital, dan penguatan kelembagaan Pokdarwis sebagai prioritas strategi pengembangan ekowisata yang berkelanjutan dan inklusif.








