Analisis Rantai Pasok Komoditas Jagung di Kabupaten Deli Serdang: Pemetaan Berbasis Data Sekunder
DOI:
https://doi.org/10.29303/whwk0c07Keywords:
agribisnis, efisiensi pemasaran, kelembagaan petani, pascapanen, distribusiAbstract
Penelitian ini bertujuan menyusun pemetaan awal rantai pasok jagung di Kabupaten Deli Serdang dengan menelaah konteks produksi, pelaku, aliran produk, finansial dan informasi, serta isu pengembangannya. Penelitian menggunakan studi dokumentasi atas data sekunder statistik, dokumen pemerintah, dan artikel ilmiah. Data produksi lokal yang dapat ditelusuri dalam publikasi resmi digunakan sesuai tahun rujukannya; data nasional 2023–2024 dan informasi kebijakan 2025–2026 diperlakukan sebagai konteks yang berbeda, bukan satu seri waktu yang sebanding. Analisis dilakukan secara deskriptif-kuantitatif untuk angka yang tersedia dan secara deskriptif dengan kerangka Food Supply Chain Network (FSCN). Publikasi BPS Kabupaten Deli Serdang mencatat produksi jagung sebesar 79.556,64 ton pada 2023. Sintesis studi lokal mengindikasikan adanya saluran pemasaran melalui pedagang pengumpul, tetapi pemetaan rantai pasok pada tingkat kabupaten tetap bersifat eksploratif karena penelitian ini tidak mengumpulkan data primer dari seluruh pelaku. Isu yang perlu dikaji lebih lanjut mencakup pascapanen, koordinasi pemasaran, informasi pasar, dan ketersediaan data yang terpilah. Kontribusi penelitian adalah menyusun kerangka pemetaan awal yang membedakan bukti statistik, temuan studi terdahulu, dan implikasi yang masih memerlukan verifikasi lapangan.








