Implementasi Time Driven Activity Based Costing (TDABC) dalam Penetapan Harga Pokok Produksi: Studi Kasus PT ABCD
DOI:
https://doi.org/10.29303/6g58k585Keywords:
efisiensi biaya, kapasitas menganggur, kapasitas praktis, manajemen biaya, UMKM AgribisnisAbstract
Penerapan Harga Pokok Produksi (HPP) yang akurat merupakan tantangan penting bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menjaga kesehatan finansial dan posisi kompetitif di pasar. Penelitian ini didasarkan pada kekurangan metode akuntansi yang digunakan di PT ABCD, yang bergantung pada estimasi subjektif, sehingga menyebabkan distorsi biaya. Tujuan dari penelitian ini untuk menerapkan metode Time Driven Activity Based Costing (TDABC) sehingga menghasilkan nilai HPP serta menilai tingkat efisiensi pemanfaatan kapasitas sumber daya. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, menggunakan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan tinjauan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode TDABC menghasilkan HPP yang lebih rendah dengan mengeliminasi beban inefisiensi komponen biaya produksi. Implementasi TDABC menurunkan HPP produk berkisar Rp238,74 hingga Rp6.051,62 per botol. Selain itu, pemanfaatan kapasitas perusahaan baru terpakai 13,25%, sementara sisanya 86,75% merupakan kapasitas menganggur. Identifikasi kapasitas menganggur membuktikan bahwa inefisiensi biaya PT ABCD berakar pada rendahnya pemanfaatan waktu kerja. Temuan ini memberikan dasar strategis bagi manajemen untuk meningkatkan volume produksi tanpa menambah biaya tetap guna mencapai efisiensi optimal di masa depan.








