Pengaruh Pupuk Kotoran Ayam yang Diperkaya dengan CaCO3 dan Dedak terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.)
DOI:
https://doi.org/10.29303/0sbmq711Keywords:
bahan organik, hasil, hara, pertumbuhan vegetatif, pupuk organikAbstract
Upaya peningkatan pertumbuhan dan hasil selada dapat dilakukan melalui penggunaan pupuk organik berkualitas. Pupuk kandang ayam merupakan sumber hara yang potensial, namun kualitasnya dapat ditingkatkan melalui penambahan kalsium karbonat (CaCO₃) dan dedak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pupuk kandang ayam yang diperkaya CaCO₃ dan dedak terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Mataram pada Mei–November 2024 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan delapan perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan meliputi pupuk kandang ayam tanpa campuran, penambahan dedak 15%, 30%, dan 45%, penambahan CaCO₃ 5%, serta kombinasi CaCO₃ 5% dengan dedak 15%, 30%, dan 45%. Parameter yang diamati meliputi pH, kandungan nitrogen (N) dan fosfor (P) pupuk organik, tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot basah selada. Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5% dan dilanjutkan uji BNJ 5% jika berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang ayam yang diperkaya CaCO₃ dan dedak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 14 dan 21 hari setelah tanam (HST), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan bobot basah. Kombinasi pupuk kandang ayam + CaCO₃ 5% + dedak 45% menghasilkan tinggi tanaman tertinggi pada umur 21 HST (13,36 cm). Sementara itu, penambahan dedak 15% cenderung menghasilkan jumlah daun dan bobot basah tertinggi, masing-masing 8,6 helai dan 21,36 g pada umur 42 HST. Secara keseluruhan, penambahan dedak 15% memberikan respons pertumbuhan dan hasil terbaik, sedangkan penambahan CaCO₃ tidak memberikan pengaruh nyata.








