Pengaruh Umur Panen dan Waktu Pengeringan terhadap Beberapa Indikator Kualitas Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.29303/rb383q08

Keywords:

bobot kering, kadar air, kadar abu, susut bobot, warna seduhan

Abstract

Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi dan memerlukan penanganan pascapanen untuk mempertahankan kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh umur panen, waktu pengeringan, serta interaksi keduanya terhadap beberapa indikator kualitas rosella. Percobaan dilaksanakan pada Mei–September 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua taraf umur panen, yaitu 26 dan 33 hari setelah antesis (HSA), serta tiga taraf waktu pengeringan, yaitu 25, 21, dan 17 jam pada suhu konstan 50 °C. Setiap kombinasi perlakuan diulang empat kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Sampel rosella diperoleh dari mitra petani di Desa Sesela, Kabupaten Lombok Barat. Parameter yang diamati meliputi bobot segar, bobot kering, susut bobot, kadar air, kadar abu, warna kelopak segar, dan warna seduhan rosella kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen berpengaruh nyata terhadap bobot segar, bobot kering, serta karakteristik warna kelopak segar dan seduhan rosella kering. Pemanenan pada umur 33 HSA menghasilkan bobot segar dan bobot kering lebih tinggi dibandingkan dengan umur 26 HSA. Sementara itu, waktu pengeringan dan interaksinya dengan umur panen tidak berpengaruh nyata terhadap parameter yang diamati setelah pengeringan. Di antara perlakuan yang diuji, pengeringan selama 17 jam merupakan waktu terpendek dengan hasil yang tidak berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan 21 dan 25 jam.

Downloads

Published

2026-11-01

How to Cite

Pengaruh Umur Panen dan Waktu Pengeringan terhadap Beberapa Indikator Kualitas Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.). (2026). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 5(4), 713-721. https://doi.org/10.29303/rb383q08