Periode Kritis Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) dalam Kompetisi dengan Gulma di Lahan Kering
DOI:
https://doi.org/10.29303/0awg8g59Keywords:
biomas kering, kehilangan hasil tanaman, karbohidtat, lemak, periode umur tanamanAbstract
Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan periode kritis kacang hijau berkompetisi dengan gulma di lahan kering. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok, terdiri atas tujuh perlakuan periode tanaman bebas gulma dan bergulma selama 10, 20, 30, 40, 50, 60 dan 70 hari setelah tanam (HST). Parameter pengamatan, meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, luas daun, populasi gulma, bobot biomas kering tanaman dan bobot biomas kering gulma saat tanaman berumur 21, 35, 49, 63 dan 77 HST. Data dianalisis menggunakan analisis varian dengan uji lanjut BNJ pada taraf nyata 5% dan uji statistik William’s Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode kritis kacang hijau berkompetisi dengan gulma di lahan kering terjadi pada periode umur 20 - 30 HST. Kacang hijau dapat mentolerir keberadaan gulma di lahan kering hanya sampai umur 30 HST. Penyiangan gulma pada pertanaman kacang hijau pada periode umur 30 - 40 HST, menyebabkan pertumbuhannya tidak bisa dikembalikan ke fase normal. Kacang hijau, yang berkompetisi dengan gulma selama periode umur 30 -70 HST, tidak bisa diselamatkan karena kehilangan hasilnya mencapai 99,094%. Disarankan, penyiangan gulma kacang hijau dilakukan ketika tanaman berumur 20 - 30 HST. Penyiangan tidak dianjurkan setelah kacang hijau berumur lebih dari 30 HST.








