Identifikasi Penyebab Penyakit pada Filosfer Tanaman Vanili di Kelurahan Palampang, Bulukumba

Authors

DOI:

https://doi.org/10.29303/jzh8ja34

Keywords:

vanili, filosfer, patogen, uji antagonis, glio WP

Abstract

Tanaman vanili (Vanilla planifolia) merupakan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya mengalami penurunan akibat serangan penyakit pada bagian tanaman di atas permukaan tanah (filosfer). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi patogen penyebab penyakit pada filosfer tanaman vanili serta menguji efektivitas biofungisida Glio WP dalam menghambat pertumbuhan patogen secara in vitro. Penelitian diawali dengan eksplorasi lapangan di Kelurahan Palampang, Kabupaten Bulukumba, dilanjutkan dengan isolasi dan identifikasi cendawan patogen di Laboratorium. Identifikasi dilakukan berdasarkan karakteristik makroskopis dan mikroskopis, sedangkan uji antagonis menggunakan Glio WP pada konsentrasi 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patogen berasosiasi dengan penyakit filosfer vanili terdiri atas Aspergillus flavus dan Aspergillus niger pada daun, serta Fusarium oxysporum pada batang. Aspergillus flavus dan Aspergillus niger berperan sebagai patogen sekunder pada jaringan daun yang telah terinfeksi Cephaleuros sp., sedangkan Fusarium oxysporum merupakan penyebab utama penyakit busuk batang vanili. Uji antagonis menunjukkan bahwa Glio WP mampu menghambat pertumbuhan Fusarium oxysporum sebesar 66,82% dan Aspergillus flavus sebesar 24,91%-32,41%, namun tidak efektif terhadap Aspergillus niger.

Author Biographies

  • Dr. Ir. Yulis Sayang, M.P., Universitas Islam Makassar

    Dosen program studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Makassar

  • Eka Lestari Ariyanti, S.P., M.P., Universitas Islam Makassar

    Dosen program studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Makassar

Downloads

Published

2026-05-07

How to Cite

Identifikasi Penyebab Penyakit pada Filosfer Tanaman Vanili di Kelurahan Palampang, Bulukumba. (2026). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 5(2), 164-171. https://doi.org/10.29303/jzh8ja34