Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Guano dan Zat Pengatur Tumbuh “Hantu” terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal Biji (True Shallot Seed)

  • Indah Sari Program Studi Agroekoteknologi Universitas Mataram
  • Bambang Budi Santoso Progrm Studi Agroekoteknologi Universitas Mataram
  • Uyek Malik Yakop
Keywords: bobot, hortikultura, umbi, bumbu, gizi

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) guano dan zat pengatur tumbuh (ZPT) hantu, serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) asal biji. Penelitian dilaksanakan pada Februari - Mei 2022 di Screen House Kelurahan Pagesangan, Kota Mataram. Rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu pemberian POC guano dengan taraf 0 ml/l air, 2 ml/l air, dan 4 ml/l air, sedangkan faktor kedua yaitu pemberian ZPT hantu dengan taraf 0 ml/l air, 2 ml/l air, 4 ml/l air, dan 6 ml/l air. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan dalam tiap 1 unit percobaan terdapat 5 tanaman sehingga diperoleh 180 tanaman. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC guano berpengaruh nyata terhadap panjang akar, bobot brangkasan basah, dan bobot brangkasan kering. Bobot terberat diperoleh pada pemberian POC guano 4 ml/l air. Pemberian ZPT hantu berpengaruh nyata terhadap bobot brangkasan basah, bobot brangkasan kering, diameter umbi, bobot basah umbi, dan bobot kering umbi. Bobot terberat diperoleh pada pemberian ZPT hantu 6 ml/l air. Secara umum tidak terdapat interaksi antara pemberian POC guano dan ZPT hantu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah asal biji.
Published
2022-11-15
How to Cite
Indah Sari, Bambang Budi Santoso, & Uyek Malik Yakop. (2022). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Guano dan Zat Pengatur Tumbuh “Hantu” terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal Biji (True Shallot Seed). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 1(3), 257-266. https://doi.org/10.29303/jima.v1i3.1728