Analisis Efisiensi Produksi Kelapa Sawit di Afdeling I Kebun Adolina PTPN IV Regional II
DOI:
https://doi.org/10.29303/a8k6gd45Keywords:
alokasi sumber daya, efisiensi produksi, manajemen kebun, produktivitas perkebunan, skala usahaAbstract
Efisiensi penggunaan faktor produksi merupakan aspek penting dalam meningkatkan produktivitas dan kinerja ekonomi perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tenaga kerja, pupuk, dan luas lahan terhadap produksi kelapa sawit serta mengevaluasi efisiensi penggunaan faktor produksi di Afdeling I Kebun Adolina PTPN IV Regional II. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder periode 2021–2025. Analisis dilakukan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas untuk mengestimasi elastisitas faktor produksi, serta pendekatan efisiensi teknis, efisiensi alokatif, dan Return to Scale (RTS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja, pupuk, dan luas lahan memiliki koefisien regresi positif masing-masing sebesar 0,006; 0,362; dan 0,179, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi secara parsial maupun simultan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,064 menunjukkan bahwa ketiga variabel hanya mampu menjelaskan 6,4% variasi produksi, sehingga terdapat faktor biologis, lingkungan, dan manajerial yang belum tercakup dalam model. Analisis efisiensi alokatif menghasilkan rasio nilai produk marginal terhadap harga input sebesar 0,0247 pada tenaga kerja, 3,8991 pada pupuk, dan 0,095 pada luas lahan. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa penggunaan faktor produksi belum mencapai kondisi efisiensi alokatif. Berdasarkan penjumlahan koefisien elastisitas yang dilaporkan, nilai RTS sebesar 0,547 menunjukkan kondisi Decreasing Return to Scale. Penelitian ini menegaskan perlunya peningkatan produktivitas melalui penataan tenaga kerja, ketepatan pemupukan, dan pengelolaan lahan berdasarkan karakteristik tanaman. Pengembangan model dengan mempertimbangkan umur tanaman, kondisi iklim, dan intensitas pemeliharaan diperlukan untuk menghasilkan evaluasi efisiensi produksi yang lebih komprehensif.








