Interaksi Herbisida dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Efektivitas Pengendalian Gulma dan Persistensi pada Kedelai (Glycine max (L.) Merr.)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.29303/cpfh6940

Keywords:

herbisida, pupuk kandang sapi, pengendalian gulma, persistensi, kedelai

Abstract

Pengendalian gulma dengan meminimalisasi pengolahan tanah merupakan strategi penting dalam mendukung sistem budidaya kedelai berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis interaksi jenis herbisida dan dosis pupuk kandang sapi terhadap efektivitas pengendalian gulma, perubahan aktivitas biologis herbisida selama periode pengamatan, serta bobot biji dan hasil kedelai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jenis herbisida pada tiga taraf, yaitu J0 = tanpa herbisida, J1 = metolachlor, dan J2 = pendimethalin. Faktor kedua adalah pupuk kandang sapi pada tiga taraf, yaitu P0 = 0, P1 = 10, dan P2 = 15 ton/ha, masing-masing setara dengan 0, 6, dan 9 kg/plot. Hasil menunjukkan adanya interaksi sangat nyata antara jenis herbisida dan pupuk kandang sapi terhadap populasi gulma pada 42 HST, bobot kering gulma pada 21 dan 42 HST, bobot biji per petak, dan hasil produksi per hektar, serta interaksi nyata terhadap populasi gulma pada 21 HST. Kombinasi J2P2 menghasilkan bobot biji dan hasil produksi tertinggi, masing-masing 91,60 g per petak dan 1,83 ton/ha. Efektivitas pengendalian gulma menurun dari 21 ke 42 HST pada perlakuan herbisida. Dengan demikian, perubahan aktivitas herbisida selama pengamatan ditafsirkan secara terbatas berdasarkan respons bioassay dan bukan sebagai pengukuran residu kimia secara langsung.

Downloads

Published

2026-08-29

How to Cite

Interaksi Herbisida dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Efektivitas Pengendalian Gulma dan Persistensi pada Kedelai (Glycine max (L.) Merr.). (2026). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 5(3), 661-667. https://doi.org/10.29303/cpfh6940