Peningkatan Produktivitas dan Mutu Benih Mentimun (Cucumis sativus L.) Hibrida TJS-A01 dengan Teknik Pemangkasan Pucuk dan Pemeliharaan Cabang
DOI:
https://doi.org/10.29303/s1q5jq29Keywords:
dominasi _apikal, hortikultura, komponen _hasil, pertumbuhan_generatif, viabilitasAbstract
Mentimun merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat di Indonesia. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui interaksi serta pengaruh teknik pemangkasan pucuk dan pemeliharaan cabang terhadap produktivitas dan mutu benih mentimun (Cucumis sativus L.) Hibrida TJS-A01. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga April 2026 di Teaching Factory Celeban dan Laboratorium Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 4 × 3 Faktor yang diuji meliputi pemeliharaan cabang (C0, C1, C2, C3) dan pemangkasan pucuk (P0, P1, P2). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf nyata 5% dan 1%, kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara pemangkasan pucuk dan pemeliharaan cabang terhadap umur berbunga, diameter buah, panjang buah, bobot buah per tanaman, dan kadar air benih. Kombinasi C2P2 menghasilkan diameter buah tertinggi (59,77 mm), panjang buah tertinggi (12,02 cm), dan bobot buah per tanaman tertinggi (511,33 g). Perlakuan C1P1 menghasilkan kadar air benih terendah sebesar 5,31%. Sementara itu, umur panen, jumlah biji per buah, bobot benih per tanaman, bobot 1.000 butir, kemurnian fisik, dan daya berkecambah tidak berbeda nyata antar perlakuan. Secara umum, kombinasi pemeliharaan dua cabang produktif dan pemangkasan pucuk pada ruas ke-6 (C2P2) memberikan respons terbaik terhadap komponen produksi mentimun hibrida TJS-A01.








