Evaluasi Spasial Kesesuaian Kondisi Eksisting Penggunaan Tanah dengan Peta Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di Kecamatan Labuapi
DOI:
https://doi.org/10.29303/kjs6fp21Kata Kunci:
lahan sawah, penggunaan tanah, ketahanan pangan, urban sprawlAbstrak
Lahan sawah merupakan sumber daya strategis yang memegang peran vital dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kecamatan Labuapi, sebagai wilayah peri-urban yang berbatasan langsung dengan Kota Mataram, mengalami tekanan alih fungsi lahan sawah yang intensif akibat fenomena urban sprawl. Meskipun pemerintah telah menetapkan kebijakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), implementasinya di tingkat daerah masih menghadapi tantangan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran LSD, menganalisis kesesuaian penggunaan tanah aktual, serta mengidentifikasi lokasi indikasi alih fungsi lahan LSD di Kecamatan Labuapi. Metode yang digunakan adalah analisis spasial kuantitatif dengan teknik overlay intersect menggunakan SIG terhadap data spasial resmi Kementerian ATR/BPN. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari total LSD di Kecamatan Labuapi seluas 1.280,13 hektar, terdapat 343,67 hektar (26,85%) yang statusnya tidak sesuai karena telah beralih fungsi menjadi kawasan terbangun. Pola sebaran spasial menunjukkan bahwa ketidaksesuaian tertinggi terkonsentrasi di desa-desa yang memiliki aksesibilitas utama menuju pusat kota. Temuan ini menegaskan adanya ancaman serius terhadap kapasitas produksi pangan lokal. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menggarisbawahi urgensi penguatan regulasi daerah berupa Peraturan Daerah (Perda) yang operasional serta pengawasan berbasis data spasial secara berkala untuk menahan laju degradasi lahan pertanian produktif.








