PEMANFAATAN PAKAN BERBASIS LIMBAH PERIKANAN PADA BUDIDAYA IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus)
DOI:
https://doi.org/10.29303/jfn.v6i3.11092Kata Kunci:
Budidaya Berkelanjutan, Ikan Patin, Limbah Perikanan, Pakan Mandiri, PertumbuhanAbstrak
Budidaya ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus) menghadapi tantangan berupa tingginya biaya pakan akibat ketergantungan pada tepung ikan komersial, sementara limbah hasil pengolahan perikanan berupa tulang, sisik, kepala, insang, dan jeroan masih kurang dimanfaatkan dan berpotensi mencemari lingkungan apabila dibiarkan menumpuk. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan limbah perikanan sebagai bahan baku pakan mandiri serta menganalisis pengaruhnya terhadap kinerja pertumbuhan benih ikan patin siam. Tepung ikan alternatif diolah dari limbah kepala, tulang, kulit, dan sisik melalui tahap pencucian, perebusan, penyangraian, pengeringan, dan penggilingan, kemudian diformulasikan bersama dedak padi, tepung tapioka, dan vitamin menjadi pakan berbentuk pelet. Pakan tersebut diberikan kepada benih ikan patin siam selama 70 hari pemeliharaan dengan pengamatan bobot dan panjang tubuh setiap 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan tepung ikan berwarna cokelat keabu-abuan dengan tekstur halus dan seragam, sedangkan pelet yang dihasilkan berwarna cokelat dan bertekstur padat. Rata-rata bobot ikan meningkat dari 7,0 gram pada hari ke-7 menjadi 13,1 gram pada hari ke-70, dengan pertumbuhan bobot mutlak 6,1 gram, pertumbuhan panjang total mutlak 2,17 cm, laju pertumbuhan spesifik 0,99% per hari, dan tingkat kelangsungan hidup (mencapai 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa limbah perikanan berpotensi besar dimanfaatkan sebagai substitusi tepung ikan komersial dalam formulasi pakan mandiri yang mendukung pertumbuhan optimal benih ikan patin siam sekaligus mereduksi pencemaran lingkungan akibat limbah industri pengolahan ikan.




