Studi Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi di Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur
DOI:
https://doi.org/10.29303/e11aqt95Kata Kunci:
Inseminasi buatan, non return rate, service per conception, conception rateAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Penelitian dilaksanakan pada April 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri atas 98 ekor induk sapi dengan paritas minimal tiga kali yang dipilih secara purposive sampling dari enam desa. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner kepada peternak serta data sekunder dari inseminator dan Puskeswan. Keberhasilan IB dievaluasi berdasarkan nilai Non Return Rate (NRR), Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), dan Calving Interval (CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan IB di Kecamatan Wanasaba tergolong baik. Nilai NRR mencapai 57%, dengan persentase lebih tinggi pada sapi lokal dibandingkan sapi hasil persilangan. Nilai S/C masing-masing sebesar 1,5 dan 1,6 yang menunjukkan efisiensi reproduksi yang baik. Nilai CR mencapai 83,3% pada sapi lokal dan 65,3% pada sapi hasil persilangan, sedangkan sebagian besar ternak memiliki calving interval ideal selama 12 bulan. Keberhasilan IB dipengaruhi oleh ketepatan deteksi birahi, kualitas semen beku, kondisi kesehatan reproduksi, keterampilan inseminator, pengalaman peternak, dan manajemen pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan IB di Kecamatan Wanasaba telah berjalan efektif dalam mendukung peningkatan reproduksi sapi.
Referensi
Aikal, 2018. Studi sapi lokal di Indonesia. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Annashru F. A., M. N. Ihsan dan A. P. A. Yekti, 2017. Pengaruh Perbedaan Waktu Inseminasi Buatan terhadap Keberhasilan Kebuntingan Sapi Brahman Cross. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 27 (3): 17-23.
Ardhani F., Lukman dan F. Juita, 2020. Peran Faktor Peternak dan Inseminator terhadap Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi Potong di Kecamatan Kota Bangun. Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis, 3(1): 15-22.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Timur, 2024. Jumlah Populasi Ternak Sapi Menurut Kecamatan di Kabupaten Lombok Timur. Diakses dari https://lomboktimurkab.bps.go.id/indicator/24/242/3/jumlah-populasi-ternak-sapi-menurut-kecamatan-di-kabupaten-lombok-timur.html. Diakses pada 24 Oktober 2025.
Bal P.J.H. and A.R. Peters, 2004. Reproduction in cattle 3th Edition. Blackwell Publishing, Victoria. Australia.
Bessant B. T. W., 2005. Analisis usaha peternakan sapi potong dalam kaitannya dengan kesejahteraan peternak di kabupaten dan kota bogor. Tesis. Program Studi Magister Manajement Agribisnis Program Pasca Sarjana. Intitut Pertanian Bogor. Bogor.
Bessant I., 2005. Pemanfaatan inseminasi buatan untuk meningkatkan produktifitas sapi. Kajian Bioetika Institut Teknologi Bandung. Bandung.
Deskayanti A., T. Sardjito, A. Sunarso, P. Srianto, T. W. Suprayogi dan H. A. Hermadi, 2019. Conception rate dan service per conception pada sapi bali hasil inseminasi buatan di Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2017. Ovozoa. 8(2): 159-163.
Devendra C.T., K.C. Lee and Pathmasingam, 1973. The productivity of bali cattle in Malaysia. Jurnal Agricultural, 49:183-197.
Febrianto E., S. Supriyono dan B. Lion, 2020. Evaluasi Keberhasilan Inseminasi Buatan Sapi Bali di Kecamatan Pamenang Barat Kabupaten Merangin. Stock Peternakan. Universitas Muara Bungo, 2(2): 78-95.
Febrina D., dan M. Liana, 2008. Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ruminansia pada peternak rakyat di Kecamatan rengat Barat Kabupaten Indragiri hulu. Jurnal peternakan, 5(1): 28-37.
Feradis, 2010. Bioteknologi reproduksi pada ternak. Bandung. Alfabeta.
Iswoto dan P. Widyaningrum, 2008. Performans Reproduksi Sapi Peranakan Simmental (Psm) Hasil Inseminasi Buatan di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan 11(3).
Johnson L. A., K. F. Weitze, P. Fiser and W. M. C. Maxwell, 2006. Storage Of Boar Semen. Animal Reproduction Science. 62(2000): 14.
Kasehung J., U. Paputungan, S. Adiani dan J. Paath, 2016. Performans Reprodukai Induk Sapi Lokal Peranakan Ongole Di Kecamatan Tompano Barat Kabupaten Minahasa. Jurnal Zootek, 36(1): 167-173.
Kusumawati E. D., 2021. Inseminasi Buatan. Media Nusa Creative (MNC Publishing).
Machali I., 2021. Metode Penelitian Kuantitatif (Panduan Praktis Merencanakan, Melaksanakan dan Analisis dalam Penelitian Kuantitatif). Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Yogyakarta.
Mardiansyah, E. Yuliani dan S. Prasetyo, 2016. Respon Tingkah Laku Birahi, Service Per Conception, Non Return Rate, Conception Rate pada Sapi Bali Dara dan Induk yang Di Sinkronisasi Birahi dengan Hormon Progesteron. J.Ilmu dan Tek. Pet.Indonesia, 1(1), 134-143.
Nofrida H., dan L. Herlina, 2024. Tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada sapi potong di Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas. Jurnal ilmu pertanian kelingi, 4(1): 21-34.
Nuryadi N., dan S. Wahjuningsih, 2011. Penampilan reproduksi sapi peranakan ongole dan peranakan limousin di Kabupaten Malang. Ternak Tropika Journal of Tropical Animal Production, 12(1): 76-81.
Putri T. D., T. N. Siregar, C. N. Thasmi, J. Melia dan M. Adam, 2020. Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan inseminasi buatan pada sapi di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 8(3): 111-119. DOI: https://doi.org/10.23960/jipt.v8i3.p111-119
Ridwan, 2005. Rumus dan Data dalam Analisis Statistika. Bandung: Alfabeta.
Salam, 2013. Hubungan genetik, ukuran populasi efektif dan laju silang dalam per generasi populasi Sapi Bali di Pulau Kisar. J. Indon. Trop. Anim. Agric. 32(2): 71-75.
San D. B. A., I. K. G. Yase Mas dan E. T. Setiatin, 2015. Evaluasi keberhasilan inseminasi buatan pada sapi simental – Po (Simpo) di Kecamatan Patean dan Plantungan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Fakultas Peternakan dan Pertanian. Universitas Diponegoro. 4(1): 172-176.
Sugiyono, 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryani N. N., S. I. Santoso dan A. Setiadi, 2019. Pengaruh ketepatan deteksi birahi terhadap keberhasilan inseminasi buatan pada sapi potong. Jurnal Peternakan Indosenia, 21(3): 215-223.
Susilawati T., 2005. Tingkat keberhasilan kebuntingan dan ketepatan kenis kelamin hasil inseminasi buatan menggunakan semen beku sexing pada sapi peranakan ongole. Skripsi, Fakultas Peternakan. Universitas Brawijaya, Malang.
Susilawati T., 2011. Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan dengan Kualitas dan Deposisi Semen yang Berbeda pada Sapi Peranakan Ongole.Ternak Tropika Journal of Tropical Animal Production, 12(2): 15-24.
Widodo O. S., P. Srianto dan S. Wulandari, 2019. Pengukuran Kadar Hormon Progesteron dan Deteksi Birahi pada Sapi Perah yang Disinkronisasi dengan CIDR (Controlled Internal Drug Release). Jurnal Medik Veteriner, 2(2): 133-139. DOI: 10.20473/jmv.vol2.iss2.2019.133-139.
Yusuf M., 2016. Tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) berdasarkan conception rate dan service per conception di Kabupaten Polewali Mandar. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Alaudin. Makasar.
