Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal (MOL) untuk Meningkatkan Populasi Mikroorganisme Dekomposer pada Pupuk Organik Berbahan Feses Ayam

Authors

DOI:

https://doi.org/10.29303/vctbxs08

Keywords:

Bakteri asam laktat, feses ayam, jamur, mikroorganisme lokal, pupuk organik

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan Mikroorganisme Lokal (MOL) terhadap populasi Bakteri Asam Laktat (BAL), populasi jamur, dan karakteristik fisik pupuk organik berbahan dasar feses ayam. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025–Januari 2026 di Teaching Farm Lingsar Fakultas Peternakan Universitas Mataram dan Laboratorium Mikrobiologi Pangan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif komparatif dengan dua perlakuan, yaitu pupuk kandang ayam tanpa fermentasi (T0) dan pupuk kandang ayam yang difermentasi menggunakan MOL (T1), masing-masing terdiri atas tiga ulangan. Populasi BAL dan jamur dianalisis menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dengan teknik pour plate pada media MRSA, MRSB, dan PDA. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan MOL meningkatkan populasi BAL dari 3,7167 menjadi 4,0733 log CFU/g (p<0,05) serta populasi jamur dari 1,9533 menjadi 2,7133 log CFU/g (p<0,05). Selama fermentasi terjadi perubahan karakteristik fisik berupa warna menjadi hitam, aroma menyerupai tanah, tekstur gembur, dan pH meningkat dari 4,5 menjadi 7,3. Karakteristik tersebut memenuhi standar kematangan kompos berdasarkan SNI 19-7030-2004. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan MOL mampu meningkatkan aktivitas mikroorganisme dekomposer sekaligus menghasilkan pupuk organik yang telah matang dan layak diaplikasikan pada lahan pertanian.

References

Andrayana, D. G. (2022). Pengaruh penggunaan jenis feses dan pupuk organik terhadap kualitas pupuk (Skripsi). Universitas Hasanuddin.

Aryanti, N., Sukmawati, A., & Rahayu, S. (2020). Pemanfaatan MOL bonggol pisang dalam pengomposan limbah organik rumah tangga. Jurnal Agroteknologi, 14(1), 21–29.

Atmaja, D. S., Purnomo, D., & Widodo, R. (2017). Dinamika komunitas mikroba pada fermentasi bahan organik dengan penambahan bioaktivator. Jurnal Biologi Tropis, 17(2), 88–96.

Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2023). Populasi Unggas Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Unggas di Provinsi Nusa Tenggara Barat. BPS NTB. https://ntb.bps.go.id

Badan Standardisasi Nasional. (2004). SNI 19-7030-2004: Pupuk organik padat. BSN. https://bsn.go.id

Balai Penelitian Lingkungan Pertanian. (2019). P emanfaatan mikroorganisme lokal (MOL) dari isi rumen sapi untuk pengomposan limbah ternak. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Bernal, M. P., Alburquerque, J. A., & Moral, R. (2017). Composting of animal manures and chemical criteria for compost maturity assessment. Bioresource Technology, 100(22), 5444–5453.

Fitria, L., & Suhartini, S. (2020). Pengaruh stabilisasi lingkungan dan ketersediaan substrat terhadap aktivitas mikroorganisme pada fermentasi bahan organik. Jurnal Mikrobiologi Indonesia, 15(3), 101–109.

Handayanto, E. (2020). Dasar-dasar pengomposan dan pemanfaatan pupuk organik. Universitas Brawijaya Press.

Hendrawati, T. Y., Utomo, S., & Prasetyo, B. (2019). Peran jamur dalam dekomposisi bahan lignoselulosa melalui produksi enzim ekstraseluler. Jurnal Teknologi Bioproses, 8(1), 33–41.

Hidayat, N., Sari, R., & Kusuma, W. (2020). Peran bakteri asam laktat dalam menurunkan pH dan menghambat mikroba patogen pada fermentasi bahan organik. Jurnal Bioteknologi Agro, 11(2), 44–52.

Hidayati, R., & Lubis, M. (2019). Hubungan probiotik dengan bakteri dekomposer dalam fermentasi bahan organik. Jurnal Bioteknologi Pertanian, 9(2), 55–63.

Imanudin, O., & Widianingrum, D. (2018). Biokonversi Feses Ayam Broiler yang diberi Ransum Mengandung Limbah Jambu Biji Merah sebagai Feed Additive. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 20(1), 42–51. https://doi.org/10.25077/jpi.20.1.42-51.2018

Imanudin, M., Sukartiningsih, N., & Purnomo, I. (2018). Efektivitas mikroorganisme lokal (MOL) dalam meningkatkan mutu pupuk organik dari feses ayam broiler. Jurnal Bioteknologi Pertanian, 10(1), 45–52.

Kandaga, R. (2024). Potensi feses ayam sebagai bahan baku pupuk organik ramah lingkungan. Jurnal Agroteknologi dan Lingkungan, 12(1), 45–53.

Lilis, S. (2021). Peran EM4 sebagai sumber mikroorganisme efektif dalam fermentasi pupuk organik. Jurnal Agrikultura, 12(3), 78–85.

Lussy, R. (2017). Karakteristik feses ayam petelur dan potensinya sebagai bahan baku pupuk organik. Jurnal Ilmu Ternak Indonesia, 5(2), 40–46.

Novitasari, D. (2021). Kajian efektivitas pupuk dari berbagai kotoran: Sapi, kambing, dan ayam. ITATS StepPlan Journal, 6(1), 30–37.

Nugraha, F. (2022). Kandungan mikroba pada MOL buah busuk dan efektivitasnya dalam mempercepat fermentasi bahan organik. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 27(2), 130–137.

Palupi, N. P. (2015). Mikroorganisme lokal (MOL) sebagai bioaktivator dalam dekomposisi bahan organik. Jurnal Agrotekbis, 3(4), 500–507.

Putri, M. D., Wulandari, F., & Nugroho, A. (2023). Dampak peningkatan populasi ayam petelur terhadap pengelolaan limbah peternakan. Jurnal Peternakan Berkelanjutan, 15(4), 67–75.

Saraswati, R., & Sumarno, J. (2018). Mikroba tanah dan perannya dalam kesuburan tanah. Penebar Swadaya.

Stefen, L. (2022). Pengaruh fermentasi limbah peternakan terhadap emisi gas rumah kaca. Jurnal Lingkungan dan Energi Berkelanjutan, 9(1), 70–78.

Suryani, Y., Permana, H., & Mahyudin, I. (2018). Kemampuan enzimatik kapang dan khamir dalam menguraikan selulosa dan protein pada feses ayam. Jurnal Ilmu Peternakan Terapan, 1(2), 58–65.

Tarigan, D. (2024). Kandungan unsur hara dan potensi feses ayam sebagai pupuk organik. Jurnal Agro Peternakan Indonesia, 14(2), 88–96.

Yunilas, Y., Ginting, S. P., & Sembiring, I. (2018). Peran molase dan air cucian beras sebagai sumber energi dan karbon dalam fermentasi MOL. Jurnal Peternakan Indonesia, 20(3), 145–153.

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles