Keluarga Tangguh, Anak Terlindungi: Edukasi Pencegahan Kekerasan Anak Berbasis SDGs 16 di Kecamatan Rasau Jaya
Resilient Families, Protected Children: Awareness Program for the Prevention of Violence Against Children Based on SDG 16 in Rasau Jaya District
DOI:
https://doi.org/10.29303/darmadiksani.v6i4.12071Kata Kunci:
Edukasi Pencegahan, Kekerasan Anak, Keluarga Tangguh, Sustainable Development GoalsAbstrak
Kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan serius di Indonesia, termasuk di kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Survei nasional mencatat satu dari dua anak usia 13–17 tahun pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya, sedangkan data lokal mencatat 74 kasus kekerasan terhadap anak dan remaja pada tahun 2021, sebagian besar berupa kekerasan seksual pada anak usia sekolah dasar. Di kecamatan Rasau Jaya, edukasi pencegahan yang sistematis di sekolah dan keluarga belum berjalan optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan model edukasi “Keluarga Tangguh, Anak Terlindungi” kepada masyarakat dan mitra terkait serta merumuskan rekomendasi tindak lanjutnya. Model tersebut berpijak pada Target 16.2 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dengan tiga ruang intervensi yang saling menguatkan, yaitu keluarga, sekolah, dan komunitas. Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan diskusi kepada 30 peserta yang terdiri atas orang tua, Ketua RT, dan masyarakat umum di Kantor Camat Rasau Jaya pada 27 Agustus 2026. Kegiatan juga melibatkan unsur Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Puskesmas Rasau Jaya dalam penyampaian materi dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh materi model dapat tersampaikan dan menghasilkan tiga rekomendasi tindak lanjut, yaitu permainan edukatif berbasis gamifikasi di sekolah dasar, literasi digital keluarga, dan penguatan gerakan keluarga lindungi anak dari kekerasan seksual melalui kader TP PKK yang bersinergi dengan jaringan perlindungan anak berbasis masyarakat. Sosialisasi dan diskusi dapat menjadi langkah awal dalam menerjemahkan target global tersebut ke dalam praktik pencegahan di tingkat kecamatan dan perlu dilanjutkan dengan implementasi serta evaluasi dampak secara berkelanjutan.
Referensi
Amnestito, Z. A., Jati, S. N., & Vidyastuti, V. (2024). Perbedaan perilaku asertif pada siswa laki-laki dan perempuan terhadap kekerasan seksual. PAEDAGOGY: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 4(4), 468–475. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v4i4.4098
DP3A Kalimantan Barat. (2024a). Pemkab Kubu Raya ambil alih penanganan kasus pemerkosaan kakek terhadap cucu. https://dp3a.kalbarprov.go.id
DP3A Kalimantan Barat. (2024b). Pencabulan di Kubu Raya, pelaku sodomi korban di tepi jalan. https://dp3a.kalbarprov.go.id
Hillis, S., Mercy, J., Amobi, A., & Kress, H. (2016). Global prevalence of past-year violence against children: A systematic review and minimum estimates. Pediatrics, 137(3), Article e20154079. https://doi.org/10.1542/peds.2015-4079
Jurnal Borneo. (2025, 21 November). Laporan anak hilang bongkar jaringan kekerasan seksual di Kubu Raya. https://jurnalborneo.com
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (t.t.). Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Sistem Data dan Informasi Perlindungan Khusus Anak. https://sidiaperka.kemenpppa.go.id
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2025a). Analisis tematik SNPHAR 2024 tunjukkan separuh anak Indonesia alami kekerasan, Kemen PPPA serukan kolaborasi nasional. https://www.kemenpppa.go.id
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2025b). SIMFONI PPA v.3 tingkatkan layanan perlindungan perempuan dan anak. https://www.kemenpppa.go.id
Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2025). Laporan tahunan KPAI: Jalan terjal perlindungan anak—Ancaman serius generasi emas Indonesia. https://www.kpai.go.id
Kompas.id. (2026, Januari). Eskalasi ancaman anak di balik penurunan angka pengaduan. https://www.kompas.id
Kori, F., Haryono, D., & Utami, D. (2020). Efektivitas dalam pengelolaan program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Desa Pancaroba Kecamatan Sungai Ambawang. PublikA: Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 9(2). https://jurmafis.untan.ac.id/index.php/publika/article/view/2771
Patalatu, J. S., Seipattiseun, M. G. Y., Budiman, V., Side, Y., Laratmasse, A. F., & Tuny, M. T. (2025). Edukasi perilaku asertif melalui permainan ular tangga sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 10(11), 2460–2467. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v10i11.10361
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. (2022, 29 September). Pemerintah KKR cegah kekerasan terhadap anak dengan program PATBM. ANTARA News Kalimantan Barat. https://kalbar.antaranews.com
Pusiknas Bareskrim Polri. (2026). Catatan Pusiknas tentang kekerasan anak yang tak boleh diabaikan. https://pusiknas.polri.go.id
RRI.co.id. (2024, Oktober). Angka prevalensi kekerasan pada anak naik sepanjang2021–2024. https://rri.co.id
Serah, Y. A., Setiawati, R., Sebayang, A., Siswadi, S., Septinawati, S. A., & Hastian, T. (2023). Upaya mencegah maraknya kekerasan seksual anak melalui Gerakan Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual (KILAS). J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(3), 374–379. https://publikasi.polije.ac.id/j-dinamika/article/view/3087
Shakina, A. A. (2023). Perancangan board game sebagai media edukasi seksual untuk anak usia 7–9 tahun. VCoDe: Visual Communication Design Journal, 3(1). https://doi.org/10.26887/vcode.v3i1.3814
United Nations Department of Economic and Social Affairs. (2026). SDG goal 16 progress report. https://sdgs.un.org/goals/goal16




