ANALISIS KEBUTUHAN ENERGI PANAS PADA PENGERINGAN BIJI KOPI MENGGUNAKAN SOLAR DRYER DOME BERBASIS IoT (INTERNET of THINGS)
Kata Kunci:
biji kopi, efisiensi pengeringan, energi panas, internet of things, solar dryer domeAbstrak
Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lombok Tengah yang memiliki potensi produksi cukup tinggi. Proses pengeringan menjadi tahap penting dalam penanganan pascapanen untuk menjaga mutu biji kopi agar kadar airnya berada pada kisaran ideal 12–13% sesuai standar SNI. Selama ini, pengeringan masih banyak dilakukan secara tradisional menggunakan sinar matahari langsung yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan berisiko menurunkan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan energi panas, efisiensi pengeringan, serta peran kalor laten selama proses pengeringan biji kopi menggunakan solar dryer dome berbasis Internet of Things (IoT). Metode penelitian menggunakan sistem pengeringan berbasis radiasi matahari dan konveksi paksa dengan sensor SHT31, BH1750, DS18B20, dan Soil Moisture SEN0308 yang dikontrol oleh mikrokontroler ESP32 dan terhubung ke platform ThingSpeak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total energi panas masuk sebesar 191.426,568 MJ, energi panas berguna 31.321,9808 MJ, energi hilang 190.020,549 MJ, dan energi tersimpan 1.405,9742 MJ. Efisiensi pengeringan mencapai 16,36% dengan penurunan kadar air dari 65,32% menjadi 11,16%. Sebagian energi digunakan sebagai kalor laten penguapan untuk mengubah air dalam biji kopi menjadi uap, dan pelepasan kembali kalor laten tersebut meningkatkan suhu udara keluaran (outlet). Solar dryer dome berbasis IoT terbukti mampu mempercepat proses pengeringan, menjaga mutu biji kopi, serta memungkinkan pemantauan kondisi pengeringan secara real-time.
.png)