KARAKTERISTIK PENGERINGAN GABAH DENGAN SISTEM TERFLUIDISASI MENGGUNAKAN SUMBER PANAS DARI TUNGKU ROKET
Kata Kunci:
Gabah, Pengeringan, Fluiidyzed dryer, SuhuAbstrak
Indonesia merupakan negara agraris, yang kaya akan hasil pertanian. Salah satunya gabah, bahkan indonesia menempati urutan ke-tiga dengan jumlah produksi sebasar 70,8 juta ton/tahun. Oleh karena itu, alat dan mesin pertanian merupakan pemanfaatan penting dalam sektor pertanian pada khususnya dalam pengeringan gabah ataupun biji-bijian lainnya. Alat pengering terfluidisasi merupakan alternatif penting untuk mendorong pertanian modern dalam menjaga mutu hasil
pertanian yang lebih berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu yang dihasilkan oleh alat pengering terfluidisasi serta seberapa lama waktu yang dibutuhkan alat pengering terfluidisasi untuk mencapai kadar air 14 %. Penelitian ini menggunakan metode eksprimental yang melibatkan 3 jenis alat ukur yaitu thermocouple tipe k, moisturemeter, dan anemometer. Pengujian dilakukan dengan kondisi suhu yang bebas dan tidak berpatokan pada sinar matahari ataupun suhu tinggi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada suhu tinggi memerlukan waktu yang lebih sedikit dibandingkan suhu yang lebih rendah. Semakin tinggi suhu dan massa bahan yang digunakan, maka semakin cepat terjadinya proses penurunan kadar air. Begitupun juga sebaliknya. Pengeringan paling cepat terjadi pada perlakuan suhu 60℃ dengan massa bahan 3 kg pada dan pengeringan paling lama pada perlakuan suhu 40℃ dengan massa bahan 5 kg.
.png)