PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK MIKROORGANISME LOKAL UNTUK PENERAPAN PRAKTIK PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DESA MONTONG BAAN
DOI:
https://doi.org/10.29303/t47zkj62Kata Kunci:
Pupuk, Organik, Mikroorganisme, Lokal, Pertanian, BerkelanjutanAbstrak
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Montong Baan bertujuan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia melalui pengenalan pupuk cair Mikroorganisme Lokal (MOL). Kegiatan meliputi survei, sosialisasi, praktik pembuatan, serta monitoring hasil fermentasi. MOL diformulasikan dari bonggol pisang, air cucian beras, dan gula merah, kemudian difermentasi selama 14 hari. Hasil menunjukkan cairan berwarna coklat dengan aroma tape, menandakan fermentasi berhasil. Respon masyarakat positif, dengan beberapa petani mulai mengaplikasikan MOL pada tanaman cabai yang terlihat lebih segar. Program ini memberikan manfaat ekonomi berupa penghematan biaya pupuk, manfaat sosial melalui peningkatan keterampilan dan kesadaran lingkungan, serta manfaat ekologis dengan berkurangnya dampak negatif pupuk kimia terhadap tanah dan air. Selain itu, aparat desa dan BUMDes menunjukkan inisiatif untuk memproduksi MOL secara mandiri. Oleh karena itu, kegiatan KKN ini mendukung pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya pertanian berkelanjutan berbasis ekonomi hijau.
Referensi
Dewi, N. P. A. A., Rini, D. S., Arianti, N. K. D., Ernawati, N. M. A., Wulandari, N. M. A., Arini, N. M. D., Pratiwi, K. Y., Rahmawati, I. A., & Supartini, L. P. (2025). Sosialisasi Pengolahan Limbah Rumah Tangga menjadi Eco Enzyme di Banjar Dinas Sogra, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Jurnal Abdi Masyarakat, 7(2), 365–372.
Ilma, N. F. A. (2024). Aplikasi Ekonomi Hijau melalui Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga sebagai Alternatif (POC) Pupuk Organik Cair di Desa Karanglo, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 5(4), 5385–5395.
Insani, N. N., Jannah, A. R., Fahir, M., Wulansari, A., Rahmah, F. U., Nazah, G. N., Wiradharma, I. G. P. V. A., Ardiansyah, L. M. A., Chair, S., & Salsabila, V. K. (2024). Pengembangan Ekonomi Hijau melalui Pemberdayaan Masyarakat melalui Sektor Perkebunan di Desa Selelos. Jurnal Wicara Desa, 2(4), 248–254.
Latifah, D. (2024). Pendamping Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) di Desa Tanjung Kabupaten Aceh Indonesia. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Dewantara, 7(1).
Mulyana, M., Puspitasari, D., Ramadhan, A., Pradana, A., Nugraha, A., Hidayat, R., & Yulianti, E. (2023). Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga Organik menjadi Eco Enzyme. Jurnal Abdimas Mandiri, 7(1), 61–78.
Munandar, A. H., Hasibuan, B., & Nahas, A. (2025). Pemanfaatan Sampah Organik menjadi Microorganism Local (MOL) sebagai Implementasi Prinsip Ekonomi Sirkular. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(3), 2196–2200.
Pemerintah Desa Montong Baan. (2025). Data Pekerjaan – Desa Montong Baan. Diakses pada 20 Agustus 2025 melalui https://desamontongbaan.web.id/data-statistik/pekerjaan
Rahardjo, B., Yudhanto, W., & Aprilia, V. D. (2023). Penerapan Green Economy melalui Pengolahan Pasca Panen bagi Kelompok Tani Hortikultura Desa Pogalan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang. Jurnal Dharma Jnana, 3(2), 163–172.
Rahyuni, D. (2023). Pengaruh Mikroorganisme Lokal (MOL) terhadap Kualitas Kompos Daun Jati (Tectona grandis) Kering. Jurnal Rekayasa Lingkungan, 23(1).
Tsani, M. K., Riniarti, M., Indriyanto, & Asmarahman, C. (2022). Pelatihan Pembuatan Mikroorganisme Lokal dan Pemanfaatannya sebagai Pupuk Organik Cair di Kelompok Tani Hutan Sumber Agung. Jurnal Pengabdian
dan Pengembangan Masyarakat, 5(1), 83–90.
United Nations High Commissioner for Refugees. (2008). A Community-Based Approach in UNHCR Operations. UNHCR.
Wardani, O. K., Broto, R. T. W., & Arifan, F. (2021). Pembuatan Mikroorganisme Lokal Berbasis Limbah Organik sebagai Aktivator Kompos di Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Inisiatif: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 63–66.
Widowati, R. L. (2022). Pupuk Organik Dibuatnya Mudah, Hasil Tanaman Melimpah. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.


