UPAYA PENINGKATAN PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DAN PESTISIDA NABATI OLEH MAHASISWA KKN

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.29303/mfey3n52

Kata Kunci:

Pertanian Berkelanjutan, Pupuk Organik, Pestisida Nabati, Desa Tanak Beak, KKN Universitas Mataram

Abstrak

Pertanian merupakan sektor utama bagi masyarakat Desa Tanak Beak, Lombok Tengah, di mana sekitar 78,98% penduduk berprofesi sebagai petani. Namun, praktik pertanian setempat masih menghadapi kendala serius, antara lain ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia yang berdampak negatif terhadap kesuburan tanah, kesehatan lingkungan, serta menambah beban ekonomi petani. Alternatif yang ditawarkan adalah penggunaan pupuk organik padat dan pestisida nabati berbahan lokal, yang selain ramah lingkungan juga lebih ekonomis. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PMD) Universitas Mataram hadir untuk memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan pestisida nabati, sehingga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis serta mendukung pertanian berkelanjutan. Metode kegiatan meliputi survei permasalahan, sosialisasi, pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan pestisida nabati, serta pendampingan monitoring. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Juli 2025 dengan melibatkan 31 peserta dari kelompok tani, aparat desa, siswa, dan masyarakat umum. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta sebelumnya belum memahami cara pembuatan pupuk organik maupun pestisida nabati. Melalui pelatihan, pupuk organik padat yang dihasilkan telah memenuhi indikator kematangan seperti aroma tanah segar, warna coklat kehitaman, penyusutan volume, dan suhu stabil. Sementara itu, pestisida nabati berbahan bawang putih, daun sirsak, dan serai dapat langsung digunakan setelah 24 jam pasca pembuatan. Antusiasme peserta tinggi, ditandai dengan keterlibatan aktif selama sosialisasi dan praktik lapangan. Kegiatan KKN PMD ini berhasil meningkatkan keterampilan masyarakat dan menghadirkan solusi pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Referensi

Anindita, D. C., Sutiknjo, T. D., & Pawani, R. E. (2023). Sosialisasi Pestisida Nabati Ramah Lingkungan di Desa Joho, Kabupaten Kediri. JATIMAS: Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat, 3(2), 159–167.

Elmas, Y. S. (2024). Sosialisasi Pembuatan Pestisida Nabati Daun Sirsak di Desa Poka. Pattimura Mengabdi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2, 134–139.

Holik, A., Khirzin, M. H., & Aji, A. A. (2020). PKM Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Biogas sebagai Sumber Energi Alternatif di Kelurahan Bulusan Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi. J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 1–4.

Ibrahim, I., & Sillehu, S. (2022). Identifikasi Aktivitas Penggunaan Pestisida Kimia yang Berisiko pada Kesehatan Petani Hortikultura. Maluku: Jumantik, 7(1), 7–12.

Kamarubayana, L., Napitupulu, M., Biantary, M. P., & Astuti, P. (2022). Pembuatan Pestisida Nabati Ramah Lingkungan Berbasis Tumbuhan Pekarangan. Ta’awun, 2(1), 50–57.

Kurniasari, R., Suwarto, & Sulistyono, E. (2023). Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sorgum (Sorghum Bicolor (L.) Moench) Varietas Numbu dengan Pemupukan Organik yang Berbeda. Bul. Agrohorti, 11(1), 69–78.

Kurniawan, C. (2018). Respon Penggunaan Pupuk Hydrylla Verticulata dan Pupuk Organik Padat terhadap Pertumbuhan dan Produksi Mentimun (Cucumis Sativus L.). Jurnal Sains dan Teknologi, UNPAB, 208/FP/CIT.

Marlina, E. (2015). Pengaruh Pemberian Pupuk NPK Organik terhadap Pertumbuhan

dan Produksi Kedelai (Glycine Max (L.) Merrill). JOM Faperta, 2(1), 1–13.

Moenek, D., & Toelle, N. N. (2019). Pemanfaatan Limbah Ternak sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Bokashi dalam Kegiatan PKM Ternak Babi Ramah Lingkungan. Jurnal Pengabdian Masyarakat J-Dinamika, 4(1), 10–11.

Ndia, L., & Asnia, A. (2019). Peningkatan Partisipasi Petani dalam Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kakao Berbasis Bahan Alam. Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 23–28.

Pamungkas, O. S. (2016). Bahaya Paparan Pestisida terhadap Kesehatan Manusia. Bioedukasi, 14(1), 27–31.

Pongsapan, A. D., Prayoga, D. K., Hisan, A. K., Rambi, S. E. G., & Edy, H. J. (2021). Review Artikel: Formulasi Daun Jeruk Purut dan Serai sebagai Tablet Antifeedant. Jurnal Farmasi Medica (Pharmacy Medical Journal), 4(2), 67.

Pujiansyah, W. D., Parwati, U., & Rahayu, E. (2018). Pengaruh Monosodium Glutamat sebagai Pupuk Alternatif serta Cara Pemberiannya terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Pre-Nursery. Jurnal Agromast, 3(1), 2–3.

Ritonga, M. N., Aisyah, S., Rambe, M. J., Rambe, S., & Wahyuni, S. (2022). Pengolahan Kotoran Ayam KUB Menjadi Pupuk Organik Ramah Lingkungan. Jurnal Adam IPTS, 1(2), 137–141.

Ismail Suaib. (2016). Efektivitas Ekstrak Rimpang Lengkuas dalam Menghambat Aktivitas Cendawan Oncobasidium Theobromae secara In-Vitro. Jurnal Agrotekbis, 4(5), 506–511.

Sinambela, B. R. (2024). Dampak Penggunaan Pestisida dalam Kegiatan Pertanian terhadap Lingkungan Hidup dan Kesehatan. Jurnal Agrotek, 8(2), 178–187.

Susanti, I. (2024). Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi sebagai Pupuk Organik di Desa Puter Kabupaten Lamongan. Community Development Journal, 5(6), 10890-10894.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-27

Cara Mengutip

UPAYA PENINGKATAN PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DAN PESTISIDA NABATI OLEH MAHASISWA KKN. (2025). Jurnal Wicara, 3(5), 933-944. https://doi.org/10.29303/mfey3n52