PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PERESAK KECAMATAN NARMADA DALAM PERTANIAN ORGANIK MENUJU PERTANIAN BERKELANJUTAN MENGGUNAKAN PESTISIDA NABATI

Penulis

  • Cory Tri Sabrina Universitas Mataram image/svg+xml
  • Denda Retno Pirdayanti , Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Mataram
  • Firyal Yasmin , Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik, Universitas Mataram
  • Mitayanti Mitayanti , Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mataram
  • M. Farabi Hudzaipi Universitas Mataram image/svg+xml
  • Muhammad Alif Farhan Universitas Mataram image/svg+xml
  • Prita Diana Dewi Universitas Mataram image/svg+xml
  • Raga Thoriq Universitas Mataram image/svg+xml
  • Sayyidis Syariful Halim Universitas Mataram image/svg+xml
  • Sarina Sarina Universitas Mataram image/svg+xml
  • Vita Salma Putri Universitas Mataram image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.29303/wicara.v1i4.3369

Kata Kunci:

Desa PEresak, Pestisida, Organik

Abstrak

Desa Peresak merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat,  Nusa Tenggara Barat, yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan komoditi  unggulan dari desa tersebut yaitu hasil pertanian. Rata-rata  penduduk Desa Peresak Narmada memiliki mata pencaharian sebagai petani dan pekebun, dengan komoditi utama dari hasil pertanian yaitu padi dan hasil perkebunana yakni buah-buahan dengan komoditi utama yaitu manggis dan durian. Berdasarkan hasil Observasi dan survey dari beberapa petani di Desa Peresak rata- rata mereka hanya mengetahui tentang penggunaan bahan-bahan kimia dalam praktek pertanian yang sering mereka lakukan untuk membasmi berbagai hama pertanian atau perkebunan yang dimana hal tersebut dikhawatirkan akan memberikan dampak buruk kedepannya baik bagi kesehatan ataupun lingkungan, oleh karena itu tim dari KKN-PMD Desa Peresak mengadakan sosialisasi tentang bagaimana bentuk alternatif yang dapat dilakukan serta bagaimana proses pembuatan dari pestisida nabati tersebut guna untuk mengurangi penggunaan bahan kimia yakni dengan menggunakan berbagai bahan organik atau nabati yang dapat dengan mudah ditemukan di lingkungan sekitar terlebih lagi dengan kondisi desa Peresak yang subur dan kaya akan berbagai tanaman sehingga  masyarakat dapat dengan mudah untuk menemukan bahan dan membuat pestisida alami sendiri dirumah.

Referensi

Anggoroseto, Purnomojati. 2012. “Faktor-faktor yag mempengaruhi kinerja

penyuluh dalam pemanfaatan cyber extension di Kabupaten Bogorâ€. TesisTidak Dipublikasikan. Solo : Program Pascasarjana Universitas Negeri Solo.

Anwas OM. 2013. “Pengaruh pendidikan formal, pelatihan dan intensitas pertemuan terhadap kompetensi penyuluh pertanianâ€. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 19 (1) : 50-62.

Armstrong M. 2006. A Hand Book of Human Resourse Management Practice, Tenth Edition. London: Kogan Page.

Badan Koordinasi Penyuluhan (BPP) Provinsi Nusa Tenggara Barat. 2022. Data Penyuluh pertanian (BPP) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Narmada

Badan Pusat Statistika. 2020. Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Tanaman Padi Sawah Tahun 2017. BPS Kabupaten Lombok Barat.

Departemen Pertanian. 2006. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006. Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

Unduhan

Diterbitkan

2023-08-30

Cara Mengutip

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PERESAK KECAMATAN NARMADA DALAM PERTANIAN ORGANIK MENUJU PERTANIAN BERKELANJUTAN MENGGUNAKAN PESTISIDA NABATI. (2023). Jurnal Wicara, 1(4), 565-570. https://doi.org/10.29303/wicara.v1i4.3369