KOLABORASI FAKULTAS PERTANIAN UNRAM DAN WAKAI FARM DALAM MENDORONG PERTANIAN TERINTEGRASI DI DESA SEGALA AYAR, LOMBOK TENGAH
DOI:
https://doi.org/10.29303/pepadu.v6i4.8895Kata Kunci:
MOL, pupuk organik pellet, mikro farming, hortikultura, pertanian berkelanjutanAbstrak
Di tengah tantangan global dan kebutuhan akan sistem pertanian yang berkelanjutan, kemitraan internasional menjadi jembatan penting dalam memperkuat kapasitas lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari kemitraan internasional antara Universitas Mataram, Okayama University, dan Wakai Farm Jepang yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas petani lokal dalam menerapkan sistem pertanian terpadu berbasis sumber daya lokal. Kegiatan dilaksanakan di Desa Segala Anyar melalui pendekatan partisipatif yang mencakup pelatihan teknis, pendampingan, dan pertukaran pengetahuan lintas budaya. Fokus utama meliputi pembuatan mikroorganisme lokal (MOL), produksi pupuk organik dari kotoran sapi dalam bentuk tabur dan pelet, serta integrasinya dalam budidaya hortikultura pola micro-farming. Pelatihan dan pendampingan oleh Wakai Farm dilakukan secara langsung dengan di Desa Segala Anyar dan online pada saat berada di Jepang. Interaksi antara kelompok mitra (MSI) dan petani maju dari Jepang mendorong adopsi praktik pertanian berkelanjutan dan meningkatkan motivasi produksi pupuk organik secara mandiri. Sebagai bagian dari upaya mendorong keberlanjutan produksi pupuk organik, Wakai Farm memberikan dukungan peralatan produksi kepada kelompok MSI. Bantuan tersebut berasal dari hibah Japan International Cooperation Agency (JICA) dan difokuskan pada penguatan kapasitas teknis dalam pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai tambah. Dukungan ini tidak hanya bersifat teknologis, tetapi juga strategis dalam membangun fondasi produksi yang berkelanjutan dan berbasis lokal. Selain itu, kegiatan PKM turut menghadirkan narasumber dari alumni Fakultas Pertanian Universitas Mataram, yakni pemilik Klinik Tani Suria Wangi, sebagai representasi praktik baik (best practice) dalam kewirausahaan pupuk organik. Kehadiran narasumber ini memberikan inspirasi dan wawasan praktis kepada kelompok MSI, sekaligus memperkuat jejaring kemitraan antara komunitas petani dan pelaku usaha. Dukungan aktif dari pemerintah desa turut memperkuat inisiasi komersialisasi dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, keterampilan, dan keberdayaan mitra, serta terbentuknya jejaring lokal dan internsional mitra. Sinergi antara dukungan internasional dan pemerintah desa, pengalaman lokal, dan partisipasi aktif mitra menjadi elemen kunci dalam mendorong transformasi sistem pertanian yang lebih adaptif dan berkelanjutan.









