Edukasi SADARI sebagai Strategi Pencegahan Sekunder Kanker Payudara pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Kediri, Lombok Barat
DOI:
https://doi.org/10.29303/pepadu.v7i1.8880Kata Kunci:
SADARI, pencegahan sekunder, kanker payudara, remaja putriAbstrak
Kelainan payudara, khususnya kanker merupakan salah satu permasalahan kesehatan utama yang banyak dihadapi perempuan di seluruh dunia, termasuk di negara berkembang seperti Indonesia. Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini dapat ditingkatkan melalui sosialisasi metode pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Jika dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar, SADARI terbukti sederhana namun efektif sebagai langkah pencegahan sekunder terhadap kanker payudara. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai metode SADARI kepada siswi Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Nurul Hakim, sehingga mereka mampu mengenali gejala atau tanda awal kelainan pada payudara secara lebih dini. Sebanyak 106 siswi terlibat dalam kegiatan tersebut, dan hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman tentang metode SADARI. Hal ini ditunjukkan dengan perbedaan rata-rata nilai evaluasi sebelum materi diberikan (pretest) sebesar 56,98 dan setelah penyampaian materi (posttest) sebesar 82,36 atau terjadi kenaikan nilai rata-rata sebesar 25,38. Program ini sekaligus mendukung usaha pengendalian kanker payudara di Kabupaten Lombok Barat, serta menjadi bentuk nyata pelaksanaan anjuran Menteri Kesehatan dalam rangka memperkuat langkah Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat.









