STIMULUS BAGI NELAYAN KECIL PENGGUNA BOTTOM HAND LINE SAHAMIA DI KAMPUNG DALAKO BEMBANEHE PULAU KAHAKITANG KEPULAUAN SANGIHE
DOI:
https://doi.org/10.29303/pepadu.v7i1.8853Kata Kunci:
Stimulus, Nelayan Kecil, Bottom Hand Line, Ikan Sahamia, Dalako BembaneheAbstrak
Pemanfaatan sumber daya pesisir secara intensif di Kabupaten Kepulauan Sangihe, khususnya di Kampung Dalako Bembanehe Pulau Kahakitang, perlu didukung oleh inovasi sederhana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Profesi utama masyarakat di kampung ini adalah nelayan demersal yang mengoperasikan Bottom Hand Line (BHL) Sahamia untuk menangkap ikan kurisi yang bernilai ekonomis tinggi. Namun, karakter ikan sahamia yang bergigi tajam sering merusak tali utama dan tali cabang, mengakibatkan tingginya biaya pemeliharaan dan rendahnya produktivitas trip penangkapan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan stimulus berupa bahan dan alat pembuatan 5 unit alat tangkap Bottom hand line Sahamia yang lebih kuat dan tahan lama untuk meningkatkan produktivitas serta perekonomian keluarga nelayan mitra. Metode yang digunakan adalah Partisipatory Rural Appraisal (PRA), yang meliputi survei, penyuluhan, dan demonstrasi praktek langsung pembuatan alat tangkap baru bersama nelayan di lokasi pada November 2025. Hasil PKM menunjukkan bahwa penggantian material tali utama (PA monofilament No. 70) dan tali cabang (No. 50) dengan spesifikasi yang lebih baik (bahan damyl Philipin) berhasil meningkatkan kekuatan konstruksi BHL. Dampak langsungnya adalah peningkatan jumlah trip penangkapan dan hasil tangkapan, yang mana setiap nelayan mitra memperoleh rata-rata 65–70 kg per trip, memungkinkan perolehan hasil kotor rata-rata Rp. 5.250.000 per orang per minggu. Dengan demikian, pemberian stimulus BHL yang dimodifikasi terbukti efektif meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan kecil di Kampung Dalako Bembanehe.









