PEMBERDAYAAN PEREMPUAN WIRAUSAHA BERBASIS INOVASI DAN TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK PENGUATAN EKONOMI LOKAL DI DESA JABUNG, KECAMATAN PANEKAN, KABUPATEN MAGETAN, JAWA TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.29303/pepadu.v6i3.8197Kata Kunci:
pemberdayaan perempuan, wirausaha, digitalisasi, inovasi produk, branding, ekonomi lokal.Abstrak
AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok perempuan wirausaha di Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, melalui penerapan inovasi produk dan pemanfaatan teknologi digital dalam rangka penguatan ekonomi lokal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pemahaman tentang pemasaran digital, rendahnya kualitas kemasan, serta terbatasnya jangkauan pasar produk. Program dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan berupa pelatihan, transfer teknologi, demonstrasi, dan pendampingan intensif, dengan melibatkan 15 peserta perempuan wirausaha sebagai mitra utama. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis Participatory Rural Appraisal (PRA), yang memungkinkan peserta berperan aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan mitra dalam mengelola akun bisnis digital di platform seperti Tokopedia, Instagram Bisnis, Facebook Bisnis, dan TikTok Bisnis, dengan rata-rata peningkatan pemahaman sebesar 73% berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test. Selain itu, 85% mitra berhasil membuat dan mengelola akun bisnis online, 75% rutin mengunggah produk dengan konten yang lebih menarik, dan 80% mulai memanfaatkan media sosial secara aktif untuk promosi. Inovasi juga terlihat dalam aspek desain kemasan, di mana 85% peserta mampu mengembangkan label dengan identitas merek, sehingga meningkatkan persepsi positif konsumen dan daya tarik pasar. Dampak riil dari kegiatan ini tercermin pada peningkatan rata-rata penjualan sebesar 25%, perluasan jangkauan pasar hingga ke luar desa, serta meningkatnya kontribusi usaha perempuan terhadap pendapatan rumah tangga dari 10–15% menjadi 25–30%. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi UMKM melalui pelatihan, transfer teknologi, dan penguatan branding mampu meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan sekaligus memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Kata Kunci: pemberdayaan perempuan, wirausaha, digitalisasi, inovasi produk, branding, ekonomi lokal.









