INOVASI ECOTIK DAN STRATEGI TRANSFORMASI DIGITAL UNTUK KEBERLANJUTAN BISNIS UMKM (PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA KELOMPOK PENGRAJIN ECOPRINT BUGIS ART, BUGISAN, KLATEN)
DOI:
https://doi.org/10.29303/pepadu.v6i3.7921Kata Kunci:
ekonomi kreatif, keunggulan kompetitif, konten kreatif, batik tulisAbstrak
Pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia yang semakin pesat terus mendapat dukungan dari pemerintah dikarenakan besarnya dampak positif yang diberikan bagi perkembangan ekonomi negara. Kelompok pengrajin ecoprint Bugis Art sebagai salah satu pelaku ekonomi kreatif perlu mendapat perhatian dikarenakan memiliki potensi besar namun mengalami hambatan pada beberapa aspek strategis. Aspek stretagis tersebut berkaitan dengan produksi dan pemasaran produk. Pelaku ekraf Bugis Art memiliki kompetensi untuk mendaftarkan karyanya dalam Kekayaan Intelektual, melakukan transformasi digital (pemanfaatan media sosial serta membuat konten kreatif), dan membuat ecotik sebagai inovasi produk. Secara umum kegiatan dilakukan menggunakan metode sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Adapun aktivitas spesifik yang dilakukan berkaitan dengan Hak Kekayaan Intelektual, transformasi digital, konten kreatif, dan ecotik (ecoprint batik tulis). Anggota Bugis Art mendaftarkan karyanya pada HKI, memiliki media sosial bisnis yang aktif, mampu membuat konten kreatif untuk kepentingan pemasaran, dan mengkreasikan ecoprint dengan batik tulis menjadi ecotik. Berdasarkan rangkaian kegiatan yang telah diikuti oleh anggota Bugis Art, seluruh tujuan dari tim pengabdian tercapai. Di mana, para pengrajin dapat menciptakan inovasi produk berupa ecotik dan memanfaatkan transformasi digital secara optimal.









