PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN ATMOSFER WISATA MALAM KAMPUNG SUSUN KUNIR
DOI:
https://doi.org/10.29303/pepadu.v6i4.7914Kata Kunci:
wisata malam, pemberdayaan masyarakat, partisipasi komunitas, Kampung Susun Kunir, pariwisata berbasis budaya lokalAbstrak
Kampung Susun Kunir, yang terletak di koridor strategis kawasan Kota Tua Jakarta, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata malam berbasis budaya lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi potensi wisata malam dan merumuskan konsep pengembangannya melalui pendekatan partisipatif. Pelaksanaan dilakukan selama Juni 2024 hingga Juli 2025, melibatkan masyarakat setempat, seluruh kepala keluarga, dan Tim Kampung Kollektief sebagai mitra pendukung. Metode pelaksanaan meliputi pengumpulan data sekunder, observasi lapangan, dialog kelompok terarah, serta analisis informasi untuk menyusun konsep pengembangan berdasarkan empat elemen atmosfer wisata malam, yaitu inovasi, pemandangan malam khas, atraksi, dan identitas kawasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kehidupan sosial masyarakat yang hangat, kegiatan komunal seperti karaoke, permainan tradisional, kuliner merujak bersama, serta potensi visual kampung pada malam hari menjadi kekuatan utama dalam membangun daya tarik wisata. Strategi pengembangan diarahkan untuk memanfaatkan potensi fisik dan sosial-budaya yang ada tanpa mengubah mata pencaharian utama warga, melainkan memberikan nilai tambah ekonomi dan memperkuat kohesi sosial. Model ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan wisata malam berbasis komunitas yang adaptif dan berkelanjutan di kawasan urban.









