PENERAPAN TEKNOLOGI CORAL NURSERY DALAM RESTORASI TERUMBU KARANG: KOLABORASI AKADEMISI DAN MASYARAKAT PESISIR UNTUK KONSERVASI BERKELANJUTAN

Penulis

  • Muhamad Gilang Arindra Putra Universitas Lampung image/svg+xml
  • Almira Fardani Lahay
  • Eko Efendi

DOI:

https://doi.org/10.29303/jppi.v6i1.9775

Kata Kunci:

coral nursery, restorasi karang, konservasi

Abstrak

Ekosistem terumbu karang di Indonesia mengalami tekanan serius akibat pemanasan global, aktivitas wisata bahari, dan pencemaran laut. Desa Pulau Pahawang, Lampung, kondisi terumbu karang diduga menurun akibat tingginya kunjungan wisata tanpa pengelolaan ramah lingkungan, padahal ekosistem ini berperan penting bagi keseimbangan lingkungan dan ekonomi pesisir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi masyarakat dalam penyediaan fragmen karang lokal sebagai sumber bibit transplantasi serta mentransfer teknologi coral nursery sistem gantung untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan karang. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu pra-kondisi berupa koordinasi dan perizinan, pelaksanaan berupa ceramah, diskusi, dan praktik pembuatan floating nursery dengan bahan lokal (pipa PVC, tali nilon, dan pelampung), serta evaluasi melalui tingkat kehidupan karang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap teknik coral nursery, tujuan restorasi, dan peran masyarakat dalam konservasi. Masyarakat menunjukkan kemampuan untuk mereplikasi teknologi secara mandiri dalam mendukung program konservasi berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir terkait penerapan coral nursery sistem gantung, memperkuat kolaborasi akademisi dan masyarakat, serta mendorong konservasi terumbu karang dan pengembangan ekowisata yang berkelanjutan di Pulau Pahawang

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28

Cara Mengutip

PENERAPAN TEKNOLOGI CORAL NURSERY DALAM RESTORASI TERUMBU KARANG: KOLABORASI AKADEMISI DAN MASYARAKAT PESISIR UNTUK KONSERVASI BERKELANJUTAN. (2026). Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 6(1), 41-51. https://doi.org/10.29303/jppi.v6i1.9775

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama