PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BIOPORI DAN KOMPOSTER UNTUK KONSERVASI AIR DAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI KELURAHAN KAYU MANIS, KECAMATAN TANAH SEREAL, KOTA BOGOR
DOI:
https://doi.org/10.29303/jppi.v6i3.12109Kata Kunci:
konservasi air, sampah organik, lubang resapan biopori, komposter rumah tangga, kompos, pemberdayaan masyarakatAbstrak
Permasalahan lingkungan pada skala rumah tangga mencakup berkurangnya kesempatan infiltrasi air hujan sekaligus meningkatnya timbulan sampah organik dari dapur dan pekarangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kolaborasi antara Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya dan PT EOS Consultants yang dilaksanakan di Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor pada 4 Oktober 2026. Kegiatan diikuti oleh 24 warga dan bertujuan memperkuat pemahaman serta keterampilan praktis dalam pengelolaan lingkungan rumah tangga melalui konservasi air dan pengolahan sampah organik dari sumbernya. Program dirancang sebagai satu rangkaian edukasi-partisipatif yang mengintegrasikan Lubang Resapan Biopori (LRB) dan komposter rumah tangga, disertai diskusi dan praktik langsung. Pada kegiatan dibuat dua LRB sebagai unit percontohan serta komposter rumah tangga untuk memperlihatkan alternatif pengelolaan sampah organik secara lebih terkontrol. Lubang Resapan Biopori diperkenalkan sebagai teknologi sederhana untuk meningkatkan kesempatan air hujan meresap ke dalam tanah sekaligus memanfaatkan bahan organik, sedangkan komposter digunakan untuk mengolah sampah organik rumah tangga hingga menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan kembali di pekarangan. Pelaksanaan berlangsung dengan baik dan warga menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penerapan kedua teknologi. Kolaborasi perguruan tinggi dan mitra profesional ini menunjukkan bahwa konservasi air dan pengelolaan sampah organik dapat disampaikan sebagai satu kerangka pengelolaan lingkungan rumah tangga yang saling melengkapi. Keberlanjutan program memerlukan pemeliharaan LRB, pengoperasian komposter secara benar, pemanfaatan kompos, dan pendampingan terhadap replikasi praktik pada rumah tangga.


