TINJAUAN FILSAFAT TERHADAP KEARIFAN LOKAL SUKU BAJAU DI DESA POTO TANO DALAM PELESTARIAN EKOSISTEM LAUT.

Penulis

  • Isni Aini Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Pascasarjana, Universitas Mataram
  • Muhammad Sarjan

DOI:

https://doi.org/10.29303/jppi.v6i1.10080

Kata Kunci:

Ekosistem Laut, Filsafat, Kearifan Lokal, Suku Bajau

Abstrak

Masyarakat Suku Bajau dikenal sebagai komunitas maritim yang memiliki hubungan erat dengan ekosistem laut. Keterikatan tersebut tercermin dalam berbagai bentuk kearifan lokal yang berfungsi menjaga keseimbangan dan keberlanjutan lingkungan laut. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kearifan lokal Suku Bajau di Desa Poto Tano dalam pelestarian ekosistem laut melalui tinjauan filsafat, khususnya etika lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan yang didukung oleh observasi lapangan melalui diskusi dengan masyarakat Bajau. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk menginterpretasikan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam praktik kearifan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa kearifan lokal Suku Bajau diwujudkan melalui ritual Ngingidah, Tiba Pisah, dan Nyoroh yang berfungsi sebagai bentuk rasa syukur, penghormatan, serta komitmen moral terhadap laut sebagai sumber kehidupan. Ditinjau dari perspektif filsafat etika lingkungan, praktik-praktik tersebut mencerminkan pandangan ekosentrisme, yang menempatkan manusia sebagai bagian dari ekosistem dan memiliki tanggung jawab etis dalam menjaga kelestarian laut. Kajian ini menegaskan bahwa kearifan lokal Suku Bajau memiliki relevansi filosofis dan dapat menjadi dasar konseptual dalam pengelolaan ekosistem laut yang berkelanjutan.

Diterbitkan

2026-02-28

Cara Mengutip

TINJAUAN FILSAFAT TERHADAP KEARIFAN LOKAL SUKU BAJAU DI DESA POTO TANO DALAM PELESTARIAN EKOSISTEM LAUT. (2026). Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 6(1), 120-127. https://doi.org/10.29303/jppi.v6i1.10080

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama