ECO-DIGITAL ACTIVISM: PEMANFAATAN INSTAGRAM DALAM EDUKASI KELESTARIAN MANGROVE DI DESA WISATA PARE MAS
DOI:
https://doi.org/10.29303/jppi.v6i2.10469Keywords:
Desa wisata, eco-digital activism, instagram, kelestarian mangrove, paremasAbstract
Ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir serta mendukung keberlanjutan desa wisata berbasis lingkungan. Namun, pemahaman generasi muda terhadap fungsi mangrove masih relatif terbatas sehingga diperlukan aktivisme lingkungan berbasis digital (eco-digital activism) yang relevan dengan karakteristik mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan gerakan eco-digital activism melalui pemanfaatan platform Instagram guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai kelestarian ekosistem mangrove di Desa Wisata Pare Mas. Metode pelaksanaan dirancang secara sistematis melalui tiga tahapan utama, meliputi persiapan (koordinasi dan observasi), pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan kontekstual dan edukasi partisipatif aktif, serta evaluasi program menggunakan matriks keberhasilan kuantitatif terukur. Kegiatan ini berpusat di SMP IT Riyadussholihin dengan melibatkan 45 orang siswa perwakilan kelas VII, VIII, dan IX. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa secara signifikan mengenai fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung pantai, habitat biota pesisir, dan penyerap karbon. Indikator evaluasi program tercapai secara optimal, ditunjukkan oleh tingkat kehadiran peserta yang mencapai 100% dan partisipasi aktif siswa dalam kategori baik. Melalui metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), siswa berhasil mentransformasikan pengetahuan teoretis menjadi produk edukasi kreatif berupa micro-learning content yang diunggah ke platform Instagram. Pemanfaatan media sosial visual ini terbukti efektif memperluas jangkauan digitalisasi pesan lingkungan di ruang siber demi mendukung keberlanjutan Desa Wisata Pare Mas.

