TINGKAT PENERIMAAN MASYARAKAT TERHADAP PENERAPAN SISTEM CBIB (CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK) PADA BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN LELE KOLAM TERPAL DI KECAMATAN SLAWI DAN KECAMATAN LEBAKSIU KABUPATEN TEGAL

Penulis

  • Slamet Priyono Kelompok Fungsional, BPPP Tegal, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

DOI:

https://doi.org/10.29303/jppi.v1i2.115

Kata Kunci:

Penerapan, CBIB, budidaya, ikan, lele, kolam, terpal, kecamatan, Slawi, dan, Kecamatan, Lebaksiu, Kabupaten, Tegal

Abstrak

ABSTRAK   Meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan dan keamanan pangan menuntut seluruh pihak yang terkait perikanan budidaya di Indonesia untuk mengutamakan kualitas, baik itu untuk produk ekspor maupun konsumsi masyarakat lokal. Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah mencanangkan untuk menerapkan CBIB sebagai standart minimal bagi para pembudidaya. Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) adalah penerapan cara memelihara atau membesarkan hingga proses pemanenan dalam lingkungan yang terkontrol sehingga memberikan jaminan keamanan pangan (foodsafety) biota budidaya.Penyusunan karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan masyarakat dalam menerapkan sistem CBIB pada sistem budidaya lele kolam terpal di Kecamatan Slawi dan Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal.Hasil karya ilmiah ini diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi Penyuluh untuk terus meningkatkan pemahaman dan kesadaran pembudidaya akan pentingnya penerapan CBIB dalam sistem budidayanya. Metode yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah metode survey dengan pengamatan langsung, wawancara serta pengambilan data menggunakan kuisioner terhadap pembudidaya ikan lele kolam terpal di Kecamatan Slawi dan Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal.

Unduhan

Diterbitkan

2021-06-29

Cara Mengutip

Slamet Priyono. (2021). TINGKAT PENERIMAAN MASYARAKAT TERHADAP PENERAPAN SISTEM CBIB (CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK) PADA BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN LELE KOLAM TERPAL DI KECAMATAN SLAWI DAN KECAMATAN LEBAKSIU KABUPATEN TEGAL. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 1(2), 130–140. https://doi.org/10.29303/jppi.v1i2.115