Innovation In Mud Crab Aquaculture: Implementation Of A Modular Culture System Based On Controlled Water Flow (Crab Flow System) In Tapanuli Tengah Regency, North Sumatra
DOI:
https://doi.org/10.29303/bf5eej87Kata Kunci:
Kepiting bakau, Crab Flow System, budidaya modular, aliran air terkendali, efisiensi pertumbuhan.Abstrak
Budidaya kepiting bakau (Scylla spp.) memiliki potensi ekonomi tinggi, namun pelaksanaannya di wilayah pesisir seperti Kabupaten Tapanuli Tengah masih menghadapi tantangan, antara lain keterbatasan lahan, fluktuasi kualitas air, dan efisiensi pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas Crab Flow System (CFS), yaitu sistem budidaya kepiting modular berbasis aliran air terkendali yang dirancang untuk meningkatkan performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup kepiting. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Maret 2025 di Laboratorium Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli, Sumatera Utara, menggunakan metode eksperimen dengan dua perlakuan: (1) budidaya konvensional dan (2) budidaya menggunakan CFS, masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan harian (SGR), kelangsungan hidup, dan kualitas air (suhu, pH, DO, amonia). Hasil menunjukkan bahwa penggunaan CFS menghasilkan pertumbuhan harian rata-rata 18,4% lebih tinggi dan tingkat kelangsungan hidup 92%, dibandingkan sistem konvensional. Kualitas air dalam sistem CFS juga lebih stabil dan berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan kepiting. Kesimpulannya, sistem CFS terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya kepiting, serta berpotensi menjadi solusi inovatif bagi pengembangan akuakultur berkelanjutan di wilayah pesisir.
Referensi
Budiardi, T., & Sari, M. (2021). Manajemen Kualitas Air dalam Sistem Resirkulasi. Jurnal Teknologi Akuakultur, 9(1), 45–54.
Boyd, C. E. (2017). Water Quality: An Introduction. Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-319-17446-4
Chen, S., Ling, J., & Blancheton, J. P. (2017). Nitrification Performance of Biofilters in Recirculating Aquaculture Systems at Different Loading Rates. Aquacultural Engineering, 76, 10–21. https://doi.org/10.1016/j.aquaeng.2006.01.002
Islam, M. S., Nahiduzzaman, M., Wahab, M. A., & Hasan, M. R. (2019). Effects of Recirculating Aquaculture Systems on Water Quality and Growth of Mud Crab (Scylla serrata). Aquaculture Reports, 15, 100220. https://doi.org/10.1016/j.aqrep.2019.100220
Jalil, A., Azzam, M. A., & Hasan, M. (2020). The Role of Temperature on Molting and Growth Performance of Mud Crab (Scylla paramamosain). Asian Fisheries Science, 33(2), 123–130. https://doi.org/10.33997/j.afs.2020.33.2.004
Kusumawati, A., & Handajani, R. (2021). Penerapan Filter Zeolit dalam Pengolahan Limbah Akuakultur. Jurnal Teknologi Lingkungan, 22(2), 112–119. https://doi.org/10.29122/jtl.v22i2.4632
Kusrini, E., & Sugianto, D. N. (2022). Pengaruh Desain Modular terhadap Efisiensi Energi pada Sistem RAS. Jurnal Rekayasa Akuakultur, 20(2), 88–95.
Nugroho, S., & Kurniawan, A. (2020). Efisiensi Sistem Resirkulasi dalam Budidaya Kepiting. Jurnal Perikanan Tropis, 7(1), 65–72. https://doi.org/10.35308/jpt.v7i1.1895
Rahman, M. A., & Saputra, M. (2023). Model Pengelolaan Air Budidaya Payau menggunakan Solar-Powered Recirculating System. Jurnal Teknologi Perikanan, 12(1), 55–63.
Rainbow, I. W., Azhar, F., & Scabra, A. R. (2025). Effectiveness of Bdellovibrio Against the Immune System of White Shrimp (Litopenaues vannamei) Infeksion with Vibrio harveyi Bacteria. Indonesian Journal Of Aquaculture Medium, 5(1), 55–79. https://doi.org/http://doi.org/10.29303/mediaakuakultur.v5i16081
Scabra, Andre Rachmat; Cokrowati, Nunik; Fatimah, S. (2023). Pengaruh Pemberian Kalsium Hidroksida (Ca(OH)2) pada budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) AIR. Jurnal Perikanan Tropis, 10(2), 43–55. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.35308/jpt.v10i2.4049
Scabra, A. R., Azhar, F., Muahiddah, N., Affandi, R. I., & Hafizah, I. (2025). Upaya Peningkatan Produksi Udang Vannamei Pada Kolam Bundar Di Desa Rempek Kabupaten Lombok Utara Melalui Suplementasi Vitamin Kompleks. Jurnal Pepadu, 6(2), 235–248. https://doi.org/https://doi.org/10.29303/pepadu.v6i2.7479
Scabra, A. R., Budiardi, T., & Setyanto, D. J. (2022). Sistem Modular untuk Akuakultur Berkelanjutan. Jurnal Akuakultur Berkelanjutan, 10(2), 101–110.
Sudirman, S., Riani, E., & Adiwilaga, E. M. (2018). Studi Kelayakan Sistem Resirkulasi Air pada Budidaya Kepiting Bakau. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 10(1), 99–106. https://doi.org/10.29244/jitkt.v10i1.21669
Tacon, A. G. J., & Metian, M. (2015). Feed Matters: Satisfying the Feed Demand of Aquaculture. Reviews in Fisheries Science & Aquaculture, 23(1), 1–10. https://doi.org/10.1080/23308249.2015.994120
Wahyuningsih, E., & Asyari, R. (2019). Efektivitas Sistem Biofilter untuk Menurunkan Amonia pada Budidaya Lele. Jurnal Akuakultur Indonesia, 18(1), 30–36. https://doi.org/10.19027/jai.18.1.30-36
Wijayanti, D. R., Prasetyo, D. P., & Lestari, S. (2021). Akuakultur berbasis Teknologi Tepat Guna. Jurnal Inovasi Perikanan, 8(3), 123–130.
Zahra, N. H., & Fitriani, N. (2020). Studi Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Kepiting Bakau dengan Kepadatan yang Berbeda. Jurnal Perikanan dan Kelautan Unsyiah, 5(1), 25–32.











