the Antipyretic Effect of Ethanolic Extract of Bilimbi Fruit (Averrhoa bilimbi L.) in DPT Vaccine-Induced Male Wistar Rats (Rattus norvegicus)

Authors

  • christin nayoan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
  • Nuurkholisha Nuurkholisha Program Studi Profesi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia
  • Nur Syamsi Nur Syamsi Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Indonesia
  • Andi Alfia Muthmainnah Tanra Departemen IK Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Indonesia
  • Rahma Departemen IK Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Indonesia
  • IPFI White Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Indonesia
  • Haerani Harun Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29303/jk.v15i1.7946

Keywords:

belimbing wuluh, antipiretik, demam

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memperkirakan sekitar 50.000 individu kehilangan nyawa setiap harinya akibat penyakit infeksius. Salah satu reaksi sistemik fisiologis yang umum terjadi sebagai respons terhadap infeksi adalah hipertermia atau demam. Masyarakat Indonesia sering menggunakan pengobatan alternatif seperti fitofarmaka, termasuk penggunaan buah belimbing wuluh, yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti saponin, alkaloid, dan flavonoid dan memiliki potensi penurun demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya kerja antipiretik serta mengidentifikasi dosis paling optimal dari ekstrak etanol buah belimbing wuluh. Rancangan yang digunakan dalam studi ini adalah True Experimental dengan pendekatan Pretest-Posttest Control Group Design. Sebanyak tiga puluh ekor hewan coba jenis tikus dialokasikan secara acak ke dalam enam gugus perlakuan, yang terdiri atas: kelompok normal, kontrol negative (aquadest), kelompok kontrol positif (parasetamol), serta tiga kelompok perlakuan (ekstrak etanol buah belimbing wuluh takaran bertingkat, yakni 875, 1750 dan 3500 mg/kgBB. Induksi demam injeksi intramuskular vaksin DPT sebanyak 1 ml/kgBB, IM. Pengamatan pada tiga fase waktu, yakni sebelum proses induksi demam, dua jam pasca penyuntikan vaksin, serta secara periodik setiap 30 menit hingga menit ke-180 usai pemberian perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol dari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memperlihatkan potensi farmakologis sebagai agen antipiretik.(p<0.05). Uji Post Hoc Bonferroni memperlihatkan bahwa kelompok yang memperoleh dosis menengah (1750 mg/kgBB) maupun dosis tinggi (3500 mg/kgBB) memberikan respons antipiretik yang sepadan dengan kelompok kontrol positif yang diberi parasetamol. Kesimpulan untuk dosis optimal yang memberikan efikasi paling tinggi terletak pada takaran 1750 mg/kgBB.

Downloads

Published

2026-03-31