Pemanfataan Limbah Organik Sebagai Pewarna Alami Tote Bag Tie-Dye di Kampung Buatan II
DOI:
https://doi.org/10.29303/jpimi.v5i2.9859Kata Kunci:
limbah organik, pengabdian masyarakat, pewarna alami, tie-dye, tote bagAbstrak
Kampung Buatan II merupakan daerah yang memiliki kegiatan pasar mingguan dengan jumlah limbah organik cukup besar, salah satunya kulit bawang merah. Limbah tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh warga. Di sisi lain, penggunaan kantong plastik sebagai wadah belanja masih cukup tinggi. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengolah limbah organik menjadi pewarna alami serta mendorong penggunaan tas belanja yang ramah lingkungan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu observasi, persiapan, sosialisasi, serta pelatihan dan praktik membuat tote bag dengan teknik tie-dye menggunakan pewarna alami dari kulit bawang merah dan kunyit. Program ini menyasar ibu‑ibu di Kampung Buatan II. Evaluasi dilakukan terhadap 38 peserta melalui observasi, penilaian praktik, serta pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga menawarkan alternatif tas belanja ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan plastik. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan bahan alami dan menjaga kelestarian lingkungan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fadel Nugraha, Balkis Umairah, M. Azlansyah, Sisca Rahma Alya, Kireina Hana Alhady, Citra Puspita, Vania Fildzah Mutia, Ririn Anggraini Susilo, Nayla Cahya Apriliani, Inggrid Angelina Putri Persada Siagian, Beta Maiyora Dean Putri, Riska Devi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



