Pemanfataan Limbah Organik Sebagai Pewarna Alami Tote Bag Tie-Dye di Kampung Buatan II

Penulis

  • Fadel Nugraha Program Studi S1 Biologi, Universitas Riau
  • Balkis Umairah
  • M. Azlansyah
  • Sisca Rahma Alya
  • Kireina Hana Alhady
  • Citra Puspita
  • Vania Fildzah Mutia
  • Ririn Anggraini Susilo
  • Nayla Cahya Apriliani
  • Inggrid Angelina Putri Persada Siagian
  • Beta Maiyora Dean Putri
  • Riska Devi

DOI:

https://doi.org/10.29303/jpimi.v5i2.9859

Kata Kunci:

limbah organik, pengabdian masyarakat, pewarna alami, tie-dye, tote bag

Abstrak

Kampung Buatan II merupakan daerah yang memiliki kegiatan pasar mingguan dengan jumlah limbah organik cukup besar, salah satunya kulit bawang merah. Limbah tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh warga. Di sisi lain, penggunaan kantong plastik sebagai wadah belanja masih cukup tinggi. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengolah limbah organik menjadi pewarna alami serta mendorong penggunaan tas belanja yang ramah lingkungan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu observasi, persiapan, sosialisasi, serta pelatihan dan praktik membuat tote bag dengan teknik tie-dye menggunakan pewarna alami dari kulit bawang merah dan kunyit. Program ini menyasar ibu‑ibu di Kampung Buatan II. Evaluasi dilakukan terhadap 38 peserta melalui observasi, penilaian praktik, serta pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga menawarkan alternatif tas belanja ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan plastik. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan bahan alami dan menjaga kelestarian lingkungan.

Unduhan

Diterbitkan

25-08-2026

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Pemanfataan Limbah Organik Sebagai Pewarna Alami Tote Bag Tie-Dye di Kampung Buatan II. (2026). Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia , 5(2), 150-156. https://doi.org/10.29303/jpimi.v5i2.9859