Model Kewirausahaan Pemanfaatan Limbah Ikan Lele menjadi Olahan Pangan berbasis Zero Waste Upaya Pencegahan Kasus Stunting di Kabupaten Jember
DOI:
https://doi.org/10.29303/jpimi.v5i1.9246Kata Kunci:
Stunting; Zero waste; Limbah ikan leleAbstrak
Kabupaten Jember masih menghadapi permasalahan stunting dengan prevalensi sebesar 34,9% yang salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya asupan protein hewani dan kalsium pada balita. Di sisi lain, MBS Darul Falah di Desa Cakru memiliki unit budidaya dan produksi fillet lele frozen yang menghasilkan limbah ikan hingga 60–70% dari berat total, berupa kulit, tulang, duri, dan kepala ikan. Limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, padahal bagian-bagian ikan lele memiliki kandungan protein dan kalsium yang tinggi serta berpotensi diolah menjadi pangan bergizi. Kondisi ini menunjukkan pentingnya inovasi pemanfaatan limbah lele berbasis zero waste yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung pencegahan stunting. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan model kewirausahaan zero waste berbasis limbah lele, meningkatkan kapasitas santri dan mitra budidaya dalam pengolahan limbah menjadi produk pangan bergizi, serta menghasilkan inovasi produk tinggi protein dan kalsium untuk mendukung pemenuhan gizi balita. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan teknis pengolahan limbah lele menjadi produk seperti tepung tulang, kerupuk kulit, dan abon kepala lele, pendampingan kewirausahaan, penerapan SOP produksi higienis, serta uji kandungan gizi dasar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan mitra dan dihasilkannya produk pangan bernilai gizi dan ekonomi. Simpulannya, pemanfaatan limbah lele berbasis zero waste berpotensi menjadi solusi berkelanjutan untuk pemberdayaan ekonomi pesantren sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nely Mufarida

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



