Optimalisasi Sektor Pertanian Jagung Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Cekel, Kabupaten Grobogan
DOI:
https://doi.org/10.29303/wjehmf53Kata Kunci:
Jagung, Limbah Bonggol Jagung, Pemberdayaan Masyarakat, Sektor Pertanian, Teknologi Tepat GunaAbstrak
Sektor pertanian Indonesia berkontribusi besar bagi penyerapan tenaga kerja, stabilitas pangan nasional dan swasembada pangan. Optimalisasi sektor pertanian harus dilakukan dengan cepat, tepat guna dan tepat sasaran. Salah satu sektor pertanian dengan potensi unggulan adalah jagung. Diversifikasi produk olahan jagung juga masih sangat minim. Permasalahan lain pada pertanian jagung adalah pada bonggol yang menjadi limbah, karena masyarakat belum memahami optimalisasi limbah boggol tersebut agar lebih bernilai guna dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Permasalahan tersebut juga terjadi di Desa Cekel, Kabupaten Grobogan. Luas lahan produktif pertanian jagung yang mendominasi daerah tersebut, mencapai 223Ha belum dapat dioptimalkan terlebih pada permasalahan limbah bonggol jagung yang terus menumpuk. Selama ini, bonggol jagung hanya dibuang begitu saja bahkan dibakar sehingga menyebabkan pencemaran udara. Disamping itu, biji jagung juga masih dijual langsung kepada tengkulak dengan harga rendah, tanpa adanya pengolahan bentuk lain. Solusi yang ditawarkan adalah: 1) Integrasi Teknologi Tepat Guna (TTG) mesin pemipil jagung dan pencacah bonggol jagung, 2) Diversifikasi olahan produk dengan bahan baku jagung, 3) Pendampingan pembuatan briket arang, 4) Pemberian edukasi pembuatan kerajinan/kriya dan budidaya jamur, dan 5) Peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan: 1) Ceramah/Penyuluhan, 2) Demonstrasi, 3) Praktik Langsung, dan 4) Pendampingan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Widya Aryadi, Inaya Sari Melati, Sus Widayani, Bella Mei Mulya Wati

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



