Peningkatan Pengetahuan Tentang Bahaya Mikroplastik di Perairan Melalui Program Sosialisasi di SMAN 1 Bintan Pesisir
DOI:
https://doi.org/10.29303/jpimi.v5i1.8202Kata Kunci:
Mikroplastik, Edukasi Lingkungan, Kesadaran Siswa, SMAN1 Bintan Pesisir, SDGsAbstrak
Mikroplastik semakin menjadi perhatian global karena berdampak pada ekosistem laut dan kesehatan manusia. Berbagai penelitian terbaru bahkan menemukan mikroplastik dalam jaringan paruparu, darah, dan plasenta manusia, serta terdeteksi pada udara pedesaan maupun produk konsumsi harian seperti kantong teh. Kondisi ini menegaskan bahwa paparan mikroplastik tidak hanya terbatas pada laut, tetapi juga menyentuh aktivitas keseharian masyarakat. Penelitian ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya mikroplastik melalui sosialisasi di SMAN 1 Bintan Pesisir. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Agustus 2025 dengan melibatkan 65 siswa. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi interaktif, pre-test, dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pemahaman dari 74% menjadi 80% setelah sosialisasi. Selain itu, siswa menunjukkan kesadaran baru mengenai sumber mikroplastik dari pakaian sintetis, udara, dan produk konsumsi harian. Temuan ini membuktikan bahwa edukasi di sekolah efektif dalam meningkatkan literasi lingkungan sekaligus mendukung pencapaian SDG 12 (Responsible Consumption and Production) tentang Pengurangan Limbah dan Mikroplastik dan SDG 14 (Life Below Water) tentang Pelestarian Ekosistem Laut.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jelita Tri Amanda Gulo, Rizki Setiawan Pamungkas, Muhammad Ivan, Usman Nof Nif Afan, Nadia Irani, Nana Amelia Sefti, Nurpah Nurpah, Juliarta Juliarta, Norwanda Norwanda, Khansa Nabila Adha Rambe, Dody Irawan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



