Substitusi Kuning Telur dengan Soya dalam Pengencer Dasar Air Kelapa terhadap Kualitas Spermatozoa Kambing Boer Suhu 5°C

Authors

  • Robiansyah Robiansyah University of Mataram image/svg+xml
  • IWL Sumadiasa
  • Musanip

DOI:

https://doi.org/10.29303/sr586542

Keywords:

Air kelapa, kambing Boer, kuning telur, soya, spermatozoa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi kuning telur dengan soya dalam pengencer dasar air kelapa terhadap kualitas spermatozoa kambing Boer pada penyimpanan suhu 5°C. Materi penelitian berupa sperma segar tiga ekor kambing Boer berumur 2,5–5 tahun. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan lima ulangan, yaitu P0 (2,0% kuning telur + 98% air kelapa hijau muda), P1 (1,2% kuning telur + 0,8% soya + 98% air kelapa hijau muda), P2 (0,8% kuning telur + 1,2% soya + 98% air kelapa hijau muda), dan P3 (2,0% soya + 98% air kelapa hijau muda). Parameter yang diamati meliputi motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan diuji lanjut dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan motilitas terbaik diperoleh pada P1 (48,40 ± 6,54%), viabilitas terbaik pada P1 (50,60 ± 6,80%), dan abnormalitas terendah pada P3 (3,2 ± 1,095%). Analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap motilitas, viabilitas, maupun abnormalitas spermatozoa. Disimpulkan bahwa substitusi kuning telur dengan soya dalam pengencer dasar air kelapa tidak berpengaruh secara nyata terhadap kualitas spermatozoa kambing Boer pada penyimpanan suhu 5°C, namun kombinasi 1,2% kuning telur + 0,8% soya merupakan komposisi yang paling efektif dalam mempertahankan kualitas spermatozoa hingga hari ke-2.

References

Audia, R.P., M.A. Salim, N. Isnaini dan T. Susilawati. 2017. Pengaruh Perbedaan Kematangan Air Kelapa Hijau sebagai Bahan Pengencer yang Ditambah 10% Kuning Telur terhadap Kualitas Semen Cair Kambing Boer. Jurnal Ternak Tropika, 18(1): 58–68.

Ax, R.L., M. Dally, B.A. Didion, R.W. Lenz, C.C. Love, D.D. Varner, B. Hafez, dan M.M. Bellin. 2008. Semen Evaluation. In Farm Animal Reproduction. Hafez ESE (Ed.). 7th edition. Blackwell Publishing. USA. pp 365–375.

Barliana, M.I., A. Herastuti dan A. Barliana. 2007. Studi Komparatif Kualitas Air Kelapa Hijau dan Coklat untuk Pengencer Semen. Jurnal Ilmu Ternak, 7(1): 1–7.

Centola, G.M. 2018. Semen Analysis. In: Skinner M.K. (Ed.). Encyclopedia of Reproduction. Publisher Elsevier Science Publishing Co Inc, USA.

Chelucci, S., V. Pasciu, S. Succu, D. Addis, G.G. Leoni, M.E. Manca, dan F. Berlinguer. 2015. Soybean Lecithin-Based Extender Preserves Spermatozoa Membrane Integrity and Fertilizing Potential During Goat Semen Cryopreservation. Theriogenology, 83(6): 1064–1074.

Garner, D.L. dan E.S.E. Hafez. 2000. Spermatozoa and Seminal Plasma. In: Hafez E.S.E. (Ed.). Reproduction in Farm Animals. 7th Ed. Lippincott Williams and Wilkins, USA.

Jaenudeen, M.R. dan E.S.E. Hafez. 2000. Cattle and Buffalo. In: Hafez E.S.E. (Ed.). Reproduction in Farm Animals. 7th Ed. Lippincott Williams and Wilkins, USA.

Kartasudjana, R. 2001. Teknologi Inseminasi Buatan pada Ternak. Jakarta.

Kurniawan, I.Y., F. Basuki dan T. Susilawati. 2013. Penambahan Air Kelapa dan Gliserol pada Penyimpanan Sperma terhadap Motilitas dan Fertilitas Spermatozoa Ikan Mas. Journal of Aquaculture Management and Technology, 2(1): 51–65.

Kusumawati, E.D., H. Leondro, A.T.N. Krisnaningsih, T. Susilawati, N. Isnaini dan R. Widhad. 2016. Pengaruh Suhu dan Lama Simpan Semen Segar terhadap Motilitas dan Abnormalitas Spermatozoa Kambing Peranakan Etawa (PE). Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian, 199–208.

Lubis, T.M., Dasrul, C.N. Thasmi dan T. Akbar. 2013. Efektifitas Penambahan Vitamin C dalam Pengencer Susu Skim Kuning Telur terhadap Kualitas Spermatozoa Kambing Boer setelah Penyimpanan Dingin. Jurnal Sains Pertanian, 3(1): 347–361.

Manehat, F.X. 2021. Motilitas, Viabilitas, Abnormalitas Spermatozoa dan pH Semen Sapi Bali dalam Pengencer dari Air Tebu-Kuning Telur yang Disimpan dalam Waktu yang Berbeda. Skripsi. Universitas Timor.

Masluchah, M. dan N. Ducha. 2021. Pengaruh Penambahan Royal Jelly dalam Pengencer Dasar Soya terhadap Kualitas Spermatozoa Kambing Boer Sebelum dan Sesudah Ekuilibrasi. LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi, 9(3): 218–225.

Meliana, S. dan D. Hariani. 2023. Pemberian Soya dalam Pengencer Air Kelapa–Kuning Telur terhadap Kualitas Spermatozoa Sapi Simental Suhu 4°C. LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi, 12(1): 60–69.

Nasich, M. 2010. Analisis Fenotip dan Genotip Kambing Hasil Persilangan antara Pejantan Kambing Boer dengan Induk Kambing Lokal. Disertasi. Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Malang.

Pereira, G.R., E.G. Becker, L.C. Siqueira, R. Ferreira, C.K. Severo, V.S. Truzzi, J.F.C. Oliveira dan P.B.D. Goncalves. 2010. Assessment of Bovine Spermatozoa Viability Using Different Cooling Protocols Prior to Cryopreservation. Italian Journal of Animal Science, 9(4): 234–237.

Rahayu, W. dan A.P. WM. 2014. Kualitas Semen Segar Kambing Boer pada Temperatur Penyimpanan 4°C dengan Menggunakan Pengencer Sitrat dan Suplementasi Susu Kedelai Bubuk. Biotropika: Journal of Tropical Biology, 2(1): 55–60.

Rezki, Z.M., D. Sansudewa dan Y.S. Ondo. 2016. Pengaruh Pengencer Kombinasi Sari Kedelai dan Tris terhadap Kualitas Mikroskopis Spermatozoa Pejantan Sapi PO Kebumen. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 11(2): 67–74.

Rochim, A., M.A. Salim, N. Isnaini dan T. Susilawati. 2017. Pengaruh Penghilangan Rafinosa dalam Pengencer Tris Aminomethane Kuning Telur terhadap Kualitas Semen Kambing Boer Selama Simpan Dingin. Jurnal Ternak Tropika, 18(1): 27–35.

Sholikah, N. dan T. Susilawati. 2019. Pengaruh Komposisi Kuning Telur pada Pengencer Air Kelapa Hijau terhadap Kualitas Semen Cair Kambing Boer. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis, 7(2): 152–157.

Sholikah, N., U. Susilowati, Y.A. Tribudi dan D. Sulistyowati. 2022. Kualitas Semen Cair Kambing Boer dalam Pengencer Air Kelapa Muda dengan Penambahan Sari Kedelai. Jurnal Veteriner, 23(2): 35–43.

Singh, A.K., V.K. Singh, B.M. Narwade, T.K. Mohanty dan S.K. Atreja. 2012. Comparative Quality Assessment of Buffalo (Bubalus bubalis) Semen Chilled (5°C) in Egg Yolk and Soya Milk-Based Extenders. Reproduction in Domestic Animals, 47: 596–600.

Sugiarto, N., T. Susilawati dan S. Wahyuningsih. 2014. Kualitas Semen Cair Sapi Limousin Selama Pendinginan Menggunakan Pengencer CEP-2 dengan Penambahan Berbagai Konsentrasi Sari Kedelai. Ternak Tropika Journal of Tropical Animal Production, 15(1): 51–58.

Sumadiasa, I.W.L., H.Y. Lukman dan E. Yuliani. 2022. Pengembangan Media Preservasi Sperma pada Ternak. Mataram University Press.

Susilawati, T. 2013. Pedoman Inseminasi Buatan pada Ternak. UB Press. Malang.

Suyadi, A. Rachmawati dan N. Isnaini. 2004. Uji Coba Produksi Semen Beku Kambing Boer. Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Malang.

Thomassen, R. dan W. Farstad. 2009. Artificial Insemination in Canids: A Useful Tool in Breeding and Conservation. Theriogenology, 71: 190–199.

Toelihere, M.R. 1993. Inseminasi Buatan pada Ternak. Angkasa. Bandung.

Verbeckmoes, S., A.V. Soom, J. Dewulf, I. De Pauw dan A. de Kruif. 2004. Storage of Fresh Bovine Semen in Diluent Based on the Ionic Composition of Cauda Epididymal Plasma. Reproduction in Domestic Animals, 39(6): 1–7.

Verbeckmoes, S., A.V. Soom, J. Dewulf, I. De Pauw dan A. de Kruif. 2005. Comparison of Three Diluents for the Storage of Fresh Bovine Semen. Theriogenology, 63(3): 912–922.

Yohana, T., N. Ducha dan Rahardjo. 2014. Pengaruh Pengencer Sintetis dan Alami terhadap Motilitas Spermatozoa Sapi Brahman Selama Penyimpanan dalam Suhu Dingin. Lentera Bio, 3(3): 261–265.

Downloads

Published

2025-09-25