Performa Produksi Hasil Persilangan Kambing Boer dan Lokal (F1) Lepas Sapih di Kabupaten Lombok Timur

Authors

DOI:

https://doi.org/10.29303/f8b7gq33

Keywords:

Boerlok F1, kambing Boer, kambing lokal, performa produksi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa produksi kambing hasil persilangan Boer dan kambing lokal (Boerlok F1) pada fase lepas sapih di Kabupaten Lombok Timur. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2024 di PT Shadana Arifnusa Training Farm, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Materi penelitian terdiri atas 40 ekor kambing Boerlok F1 lepas sapih umur 8–10 bulan yang terdiri atas 20 ekor jantan dan 20 ekor betina. Variabel yang diamati meliputi bobot badan, lingkar dada, panjang badan, dan tinggi gumba. Data diperoleh melalui pengukuran langsung dan dianalisis menggunakan rataan, simpangan baku, serta uji-t untuk membandingkan performa berdasarkan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata bobot badan, lingkar dada, panjang badan, dan tinggi gumba berturut-turut sebesar 17,79±2,91 kg; 56,15±3,73 cm; 51,57±5,12 cm; dan 54,55±4,23 cm. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa performa produksi kambing Boerlok F1 jantan dan betina tidak berbeda nyata (P>0,05) pada seluruh parameter yang diamati. Disimpulkan bahwa kambing Boerlok F1 lepas sapih memiliki performa pertumbuhan yang relatif seragam antara jantan dan betina sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber bibit dan ternak pedaging di Kabupaten Lombok Timur.

References

Adhianto, K., & Harris, I. (2020). Prediction of body weight through body measurements in Boerawa (Boer× Etawah crossbred) bucks at Tanggamus Regency of Indonesia. Bulgarian Journal of Agricultural Science, 20(6), 1273-1279.

Aka, R. 2012. Pertumbuhan Cempe Boerja Pasca Sapih pada Pola Pemeliharaan sistem Kandang Kelompok dan Individu. Agriplus. 22(2):96-100.

Dewi, Ratna, and Ir Wardoyo. 2018. "Keunggulan Relatif Kambing Persilangan Boer dan Kacang." Jurnal Ternak. 9.(1): 9-26.

Elieser, S. dan A. Destomo. 2017. Sebaran Warna Kambing Boerka Hasil Persilangan Kambing Boer dengan Kacang,Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner Hal. 315-321.

Ginting, Simon P., and Fera Mahmilia. 2008. "Kambing Boerka kambing tipe pedaging hasil persilangan Boer x Kacang." Wartazoa 18(3): 115-126.

Gunawan, I. W., N. K. Suwiti dan P. Sampurna. 2016. Pengaruh Pemberian Mineral Terhadap Lingkar Dada, Panjang dan Tinggi Tubuh Kambing PE Jantan. Bullletin Vet. Udayana. 8. (2): 128-134.

Gunawan A. dan C. Sumantri. 2018. Karakteristik morfometrik ukuran tubuh dan bentuk domba ekor gemuk pulau Madura dan Rote dengan menggunakan analisis komponen utama. Buletin Peternakan. Vol. 31 (4). Hal. 186 – 199.

Hardjosubroto, W. 1994. Aplikasi Pemuliabiakan Ternak di Lapangan. PT Grasindo. Jakarta

Hidayati, A., Soedarsono, YA, & Purnomoaji, T. (2017). Pengaruh Penggunaan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dalam Pakan Komplit Terhadap Tampilan Produksi Boerja Betina. Dalam PROSIDING SEMINAR TEKNOLOGI NASIONAL AGRIBISNIS PETERNAKAN (STAP) (Vol. 5, Pp. 339-343).

Ilham, F. 2014. “Keragaman fenotip Kambing Lokal Kabupaten Bone Bolango”.Dalam Prosiding Seminar Nasional Dan Workshop Optimalisasi Sumber Daya Lokal pada Peternakan Rakyat Berbasis Teknologi-1 di UNHAS, Makassar.9-10.

Mahmilia, F., and A. Tarigan. 2007. "Lokakarya Nasional Kambing Potong: Karakteristik Morfologidan Performans Kambing Kacang, Kambing Boer, dan Persilangannya. Loka Penelitian Kambing Potong. Sei Putih."

Muljana, Wahyu. 2001. "Cara Beternak Kambing." Aneka Ilmu, Semarang .

Mustefa, A., S. Gizaw, S. Banerjee, A. Abebe, M. Taye , A. Areaya and S. Besufekad. 2019. Growth performance of Boer goats and their F1 and F2 crosses and backcrosses with Central Highland goats in Ethiopia. LRRD 31 (6): 1-14

Rini, H. L. M., Rianto, E., & Purbowati, E. (2014). Kadar Hematokrit, Urea dan Glukosa Darah pada Kambing Kacang Jantan Muda dan Dewasa Akibat Taraf Pemberian Pakan yang Berbeda.(Packed Cell Volume, Blood Urea and Blood Glucose in Young and Adult Kacang Goats under Different Feeding Level) (Doctoral dissertation, Fakultas Peternakan Dan Pertanian Undip).

Sulastri, S., Sumadi, S., Hartatik, T., & Ngadiyono, N. (2014). Performans Pertumbuhan Kambing Boerawa di Village Breeding Centre, Desa Dadapan, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan, 12(1), 1-9.

Sudarisma,M, 1987. Hubungan antara Bobot Badan dengan Lingkar Dada pada Kambing Peranakan Etawah Betina. Skripsi Sarjana Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Udayana Denpasar.

Sumaryadi and Manalu. 1995. Contribution of maternal serum progesterone and estradiol concentration or corpora luteal and fetal number to mammary growth anddevelopment of ewes during pregnancy.Bull. Anim. Sci. Special Edition. 2:242-247.

Sutama, I. K., I. G. M. Budiarsana., I. W. Mathus., E. Juarini. 1999. Pertumbuhan dan Perkembangan Seksual Anak Kambing Peranakan Etawahdari Induk Dengan Tingkat Produksi Susu yang Berbeda. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. 4 (2) : 95 – 100.

Ted dan Shipley.2005.Mengapa Harus Memelihara Kambing Boer,Daging Masa Depan. https://www.indonesiaboergoat.com/ind/. Diakses pada tanggal 28 April 2024.

Triswanto, R., Adiwinarti dan W.S. Dilaga. 2012. Hubungan antara Ukuran-ukuran Tubuh dengan Bobot Badan Dombos Jantan. Animal Agriculture Journal, 1 (1): 653- 668.

Turner, C.D. and J.T. Bagnara 1976. General Endocrinology. Sixth Edition. W.B. Sauders Company. Philadelphia. P. 28 : 561 – Williams, I.H.1982. A Course Manual in Nutrion and Growth Australian ViceChoncellors-Committee, Melbourne

Utomo B, Prawirodigdo S, Sarjana, Sutjadmogo, 2006. Performans Pedet Kambing dengan Perlakuan Induk Pada Masa Akhir Kebuntingan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.

Victori, A., E. Purbowati dan C. M. S. Lestari. 2006. Hubungan antara Ukuran-Ukuran Tubuh dengan Bobot Badan Kambing Boerawa di Kabupaten Klaten. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan 26 (1): 23 – 28

Warwick, E. J., M. Astuti, dan W. Hardjosubroto. 1990. Pemuliaan Ternak. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

Wodzika MT, Djajanegara. A, Gardiner. S, Wiradarya. TR, dan Mastika. IM. 1993. Produksi Ruminansia Kecil pada Lingkungan Tropis. Terjemahan. Universitas Sebelas Maret Press. Surakarta. Indonesia.

Downloads

Published

2025-09-25